Kekeringan yang semakin parah akibat perubahan iklim telah menimbulkan fenomena mengerikan di lahan pertanian Turki.

Ratusan lubang raksasa atau sinkhole bermunculan di wilayah Konya, yang dikenal sebagai lumbung pangan negara.

>>> Putra Polisi Korban 9/11 Lulus Jadi Anggota NYPD, Pakai Nomor Lencana Sang Ayah

Menurut laporan BBC, lubang-lubang tersebut mencapai ratusan kaki baik lebar maupun kedalamannya. Kondisi ini membuat lahan pertanian tampak seperti diserang oleh pelubang kosmik.

Para ilmuwan menyebut kombinasi pertanian intensif, sumur ilegal yang menguras air tanah, kekeringan berkepanjangan, dan geologi lokal sebagai penyebabnya.

Air tanah di Konya merupakan sistem tertutup yang tidak pernah mengalir ke laut, sehingga sangat krusial bagi ekosistem setempat.

Topografi wilayah ini terdiri dari batuan karst lunak hasil pelapukan batuan karbonat seperti batu kapur dan dolomit.

"Air, dalam hal ini sungai bawah tanah, berfungsi sebagai struktur bawah tanah yang menjaga kelembaban dan stabilitas area karst," jelas Güven Eken, pendiri lembaga lingkungan Doğa Derneği.

"Kapasitas air menurun karena kebijakan irigasi yang salah; sungai bawah tanah ini hampir mengering," tambahnya. "Air yang dulu mengalir di bawah cekungan Konya kini tidak ada lagi.

>>> Wanita di Harnett County Ditangkap atas Pembunuhan di Broadway

Seluruh sistem telah mengering."

Masalah air di wilayah ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

Otoritas setempat menemukan puluhan ribu sumur air tanah ilegal yang menyebabkan konsumsi berlebihan dan menghambat pemulihan air tanah.

Sementara itu, jumlah sinkhole terus bertambah hingga ratusan. Kelompok lingkungan mendesak pengawasan politik yang lebih ketat terhadap praktik pertanian, namun perubahan belum terlihat.

Meskipun sinkhole dianggap sebagai akibat langsung aktivitas manusia, para ahli memperingatkan bahwa krisis iklim memperparah tren ini.

>>> Panduan Terbaru 2026: Cara Cairkan Bansos PPSE Rp5 Juta

"Krisis iklim memang mempercepat masalah, tapi bukan penyebab utamanya," kata Fetullah Arık dari Konya Technical University. "Sinkhole hanyalah puncak gunung es."