Tepat sebelum pelatuk ditarik, kematian Bear otomatis membatalkan permohonan pertamanya. Mantra hancur, dan kesadaran asli Nikki kembali ke tubuhnya.

>>> Sederet Studio Hollywood yang Kini Pakai AI dalam Kerja Perfilman

Sayangnya, ini bukan akhir yang bahagia.

Sepanjang masa kepemilikan tubuhnya oleh entitas gaib, jiwa asli Nikki tetap terjaga secara samar dan merasakan seluruh penderitaan.

Ketika mendapatkan kendali penuh, trauma psikologis membuatnya menangis histeris.

Meskipun tidak memegang kendali, secara fisik tubuh Nikki lah yang bertanggung jawab atas pembunuhan Sarah dan Ian. Rekam jejak DNA-nya tertinggal di seluruh tempat kejadian perkara.

Realitas pahit menanti Nikki: ia akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara atau rumah sakit jiwa. Tidak ada aparat hukum atau juri yang percaya pada pembelaan mistis.

Kehancuran hidup Nikki membuat kematian Bear terasa sebagai ganjaran setimpal. Sepanjang film, setiap tindakan Bear digerakkan oleh keegoisan absolut, termasuk keputusan overdosis di akhir cerita.

Ia tidak menenggak obat untuk menyelamatkan Nikki, melainkan karena ego pribadinya tidak sanggup mengatasi dampak perilaku obsesif Nikki.

Penonton telah diperlihatkan beberapa momen ketika kesadaran asli Nikki mencoba melawan.

Dalam satu adegan, Nikki bahkan memohon kepada Bear untuk membunuhnya.

Namun dengan egois, Bear justru bertanya apa salahnya hidup bersama dirinya, yang dijawab Nikki dengan kalimat pilu, "Aku tidak sedang bersamamu."

Peringatan serupa datang dari agen saluran bantuan yang menawarkan kesempatan berbicara langsung dengan Nikki yang asli, yang kemudian disusul jeritan kesakitan dari seberang telepon.

Sayangnya, Bear baru bergerak mencari bantuan setelah kematian Sarah mengancam keselamatan nyawanya sendiri. Bahkan ketika mengakui permohonannya telah berjalan terlalu jauh, motivasinya tetap berpusat pada kenyamanan dirinya sendiri.

Ia tidak ingin membatalkan permohonan, hanya ingin memodifikasinya agar Nikki lebih tenang. Karakter Bear yang egois dan pengecut sejak awal film pada akhirnya mengunci takdir tragisnya sendiri.

>>> Harry Styles Tersedak Air hingga Ambruk saat Konser di London

Obsession tayang 26 Juni di bioskop Indonesia.