Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?
Label "ramah lingkungan" selama ini dianggap sebagai penanda bahwa suatu produk lebih baik bagi bumi.
Di industri fashion, pendekatan seperti bahan daur ulang, penyewaan pakaian, dan ekonomi sirkular gencar dipromosikan untuk mengurangi limbah dan emisi.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan hasil yang lebih kompleks: produk yang dianggap lebih hijau ternyata bisa membuat orang membeli lebih banyak.
Konsep ekonomi sirkular dirancang agar material tetap dalam siklus penggunaan lebih lama sehingga kebutuhan produksi baru bisa ditekan.
Praktiknya meliputi penggunaan bahan daur ulang, perpanjangan umur produk, hingga sistem reuse dan rental.
Tetapi penelitian berjudul "How Circular Economy Innovation Can Backfire on the Environment: Quantifying the Rebound Effect of the Textiles and Clothing Sector" menemukan adanya fenomena backfire rebound effect atau efek bumerang.
Fenomena ini terjadi ketika inovasi yang seharusnya menurunkan dampak lingkungan justru memicu peningkatan produksi dan konsumsi.
Salah satu penyebabnya adalah biaya produksi yang lebih efisien, sementara konsumen merasa lebih nyaman membeli lebih banyak karena menganggap produk tersebut sudah "lebih hijau".
Ketika Label Hijau Mendorong Konsumsi Berlebih
Sebagai contoh, pakaian berbahan daur ulang sering dipasarkan sebagai produk yang lebih ramah lingkungan. Namun, label tersebut dapat memicu konsumen membeli pakaian lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
Akibatnya, permintaan terhadap pakaian baru terus meningkat sehingga manfaat lingkungan dari proses daur ulang menjadi berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali.
Penelitian tersebut menghitung rata-rata efek bumerang global sebesar 1,6, angka yang tergolong tinggi.
Secara sederhana, setiap peningkatan inovasi lingkungan sebesar satu persen di sektor tekstil justru diikuti kenaikan produksi tekstil baru sekitar 0,6 persen.
Update Terbaru
Sederet Studio Hollywood yang Kini Pakai AI dalam Kerja Perfilman
Minggu / 28-06-2026, 20:24 WIB
BLT Kesra Juli 2026: Belum Ada Pengumuman Resmi Pencairan
Minggu / 28-06-2026, 20:24 WIB
Cara Cek PIP Kemendikdasmen 2026 Online via HP, Mudah dan Cepat
Minggu / 28-06-2026, 20:24 WIB
Sembunyikan Nama Aplikasi di Android 17, Layar Utama Jadi Lebih Lapang
Minggu / 28-06-2026, 19:49 WIB
Nothing Gagal Rilis Ponsel Murah Andalannya di AS, Padahal Sangat Dibutuhkan
Minggu / 28-06-2026, 19:49 WIB
AS Lancarkan 10 Serangan ke Iran saat Gencatan Senjata Terancam
Minggu / 28-06-2026, 19:47 WIB
Zico Dukung Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026, tapi Tak Sedih Jika Kalah
Minggu / 28-06-2026, 19:47 WIB
Andrea Pignataro, Mantan Trader Kini Jadi Raja Software dengan Kekayaan Rp734 Triliun
Minggu / 28-06-2026, 19:47 WIB
Promo Liburan di Trans Studio Cibubur, Berdua Hemat Jadi Rp150 Ribuan
Minggu / 28-06-2026, 19:43 WIB
SBY Beri Semangat Timnas Voli Indonesia Jelang Final Lawan Korea
Minggu / 28-06-2026, 19:42 WIB
Tito Dorong Desa Adat Matabesi Jadi Warisan Budaya dan Destinasi Wisata
Minggu / 28-06-2026, 19:42 WIB
KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Korupsi di Bea Cukai
Minggu / 28-06-2026, 19:42 WIB
PHK 2.500 Karyawan Pakerin Tak Terhindarkan, Pemerintah Siapkan Rp159 Miliar untuk Bayar Pesangon
Minggu / 28-06-2026, 19:42 WIB
Jokowi Beri Resep Menang untuk PSI: Dekati Warga Saat Susah dan Senang
Minggu / 28-06-2026, 19:42 WIB






