Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?
Temuan ini mengingatkan pada Paradoks Jevons, yang dikemukakan oleh ekonom Inggris William Stanley Jevons dalam buku "The Coal Question" pada 1865.
Jevons menemukan bahwa peningkatan efisiensi penggunaan batu bara justru menyebabkan konsumsi batu bara semakin meningkat karena penggunaannya menjadi lebih murah dan meluas.
>>> 7 Gaya Fierce Elizabeth Yu, Pemeran Azula di 'Avatar: The Last Airbender'
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena industri tekstil merupakan salah satu penyumbang dampak lingkungan terbesar di dunia.
Industri ini mengonsumsi sekitar 20 persen penggunaan air global, menghasilkan sekitar 1,7 miliar ton emisi karbon dioksida setiap tahun, serta memproduksi sekitar 92 juta ton limbah tekstil.
Ironisnya, kurang dari 1 persen limbah tersebut benar-benar didaur ulang menjadi pakaian baru.
Inovasi Perlu Diiringi Kebijakan dan Perubahan Perilaku
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa ekonomi sirkular bukanlah pendekatan yang harus ditinggalkan.
Sebaliknya, inovasi perlu diiringi berbagai kebijakan pendukung, seperti penerapan pajak terhadap produksi yang berdampak besar pada lingkungan, pembatasan produksi pakaian baru, serta pemberian insentif untuk memperpanjang umur pakai produk.
Langkah-langkah tersebut dinilai dapat menekan peningkatan konsumsi yang berlebihan sehingga manfaat lingkungan dari ekonomi sirkular benar-benar dapat tercapai.
Kebijakan juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.
Negara produsen tekstil seperti Bangladesh, misalnya, sangat bergantung pada industri garmen yang menyumbang lebih dari 80 persen nilai ekspornya, sebagaimana dilaporkan Reuters (27/6/2026).
Industri tersebut juga menyerap jutaan tenaga kerja sehingga transisi menuju fesyen berkelanjutan perlu mempertimbangkan dampak ekonomi terhadap para pekerja.
Selain kebijakan pemerintah, perubahan perilaku konsumen juga memegang peranan penting.
Masyarakat didorong untuk membeli pakaian sesuai kebutuhan, memperbaiki pakaian yang rusak, memanfaatkan kembali pakaian yang masih layak, serta tidak mudah tergoda oleh klaim "ramah lingkungan" semata.
>>> Samsung Galaxy A27 Resmi Rilis: Layar Baru dan Fitur AI Lebih Lengkap
Menurut para peneliti, keberhasilan fashion berkelanjutan tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kemampuan mengurangi konsumsi berlebihan agar manfaat lingkungan benar-benar dapat dirasakan.
Update Terbaru
Fitur Tersembunyi Google Maps Bikin Layar Always-On Pixel Lebih Berguna
Minggu / 28-06-2026, 21:52 WIB
APEC Dorong Pariwisata Terhubung dan Inovatif di Makau
Minggu / 28-06-2026, 21:52 WIB
Cara Cepat Cairkan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sebelum Batas Akhir
Minggu / 28-06-2026, 21:50 WIB
Bill Gates: AI Mungkin Gantikan Banyak Pekerjaan, Tapi Tidak Atlet
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
DJKI Verifikasi 124 Situs Laporan MPA, Rekomendasikan Blokir 116 Situs
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Trump Murka soal Pajak Digital, Ancam Ganti Perjanjian Dagang dengan Tarif 100%
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Iran Ancam Tunda Pembukaan Selat Hormuz, Tolak Aturan Baru dan Ajak Negara Teluk Bersatu
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Tablet Gaming Lenovo Legion dengan RGB di Sekitar Kamera Muncul di Acara Game
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Rp4 Triliun untuk Perkuat Riset Nasional
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Primaya Kelapa Gading Hadirkan MitraClip untuk Pasien Jantung
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Prabowo Pangkas 750 BUMN, Direksi dan Komisaris Terancam Hilang demi Hemat Uang Rakyat
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Noah Kahan Minta Penonton Tak Buang Air Besar di Kursi Stadion
Minggu / 28-06-2026, 21:42 WIB
Taylor Swift Diduga Diboikot Penonton Saat Tampil di Konser Alan Jackson
Minggu / 28-06-2026, 21:42 WIB






