Strava hingga Kling AI Resmi Jadi Pemungut PPN, Pajak Digital Capai Rp52,85 Triliun
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp52,85 triliun hingga 31 Mei 2026.
Penerimaan tersebut didominasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp40,55 triliun.
>>> Dompet Dhuafa Dorong Pendidikan Anak Yatim Lewat Pendampingan Berkelanjutan
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti mengatakan, penerimaan pajak ekonomi digital berasal dari empat jenis pungutan.
Keempatnya adalah PPN PMSE, pajak perdagangan aset kripto, pajak financial technology (fintech) peer-to-peer lending, serta pajak atas transaksi melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP).
Rinciannya terdiri atas PPN PMSE sebesar Rp40,55 triliun, pajak aset kripto Rp2,06 triliun, pajak fintech Rp4,98 triliun, dan Pajak SIPP Rp5,26 triliun.
Tujuh Perusahaan Digital Baru Ditunjuk
Hingga akhir Mei 2026, DJP telah menunjuk 271 pelaku usaha PMSE sebagai pemungut PPN.
Pada Mei 2026, DJP kembali memperluas basis pemungutan dengan menetapkan tujuh perusahaan digital luar negeri sebagai pemungut PPN PMSE.
Ketujuh perusahaan tersebut adalah Strava Inc., Envato Pty Ltd, Envato Elements Pty Ltd, The Nielsen Norman Group Inc., Kling AI Pte.
Ltd., Law School Admission Council Inc., dan PLAUD LLC.
“Entitas-entitas tersebut bergerak di berbagai sektor ekonomi digital, termasuk layanan kebugaran, konten digital, pendidikan, dan kecerdasan artifisial,” ujar Inge dalam keterangannya, Jumat (26/6).
Hingga 31 Mei 2026, sebanyak 233 pelaku PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN dengan nilai kumulatif Rp40,55 triliun.
>>> Trump Ancam Tarif 100% bagi Negara yang Terapkan Pajak Digital untuk Raksasa Teknologi AS
Nilai tersebut berasal dari setoran sebesar Rp731,4 miliar pada 2020, meningkat menjadi Rp3,9 triliun pada 2021, Rp5,51 triliun pada 2022, Rp6,76 triliun pada 2023, Rp8,44 triliun pada 2024, Rp10,32 triliun pada 2025, dan telah mencapai Rp4,88 triliun sepanjang Januari-Mei 2026.
Update Terbaru
Republik Seafood Buka Cabang di Gading Serpong, Datangkan 2 Ton Rahang Tuna dari Papua
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
CBP Disinyalir Menumpuk, Pengamat Sebut Dilema Distribusi Bulog
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
J.D. Vance Tetap Bersikukuh Pemilu 2020 Dicurangi, Bill Maher Kecewa
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
North West Tampil dengan Piercing Bibir Baru di Paris Fashion Week
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
Hasil AVC Cup: Indonesia Cetak Sejarah Lolos ke Final usai Hajar India
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Prediksi RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Laga Penentu
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
181 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Unhas Mundur, Tak Daftar Ulang
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Prediksi Yordania vs Argentina di Piala Dunia 2026: Messi Cadangan, Argentina Tetap Unggul
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Mantan Lead Skyrim Peringatkan Xbox agar Tidak Terburu-buru Rilis Elder Scrolls dan Fallout
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Dead or Alive 6: Last Round Dikecam Pemain Steam karena DLC Mahal dan Fitur Kurang
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Nintendo Pastikan Splatoon Raiders Atasi Masalah Komunikasi Online Splatoon 3
Minggu / 28-06-2026, 00:00 WIB
3 Produk Eksfoliator untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
Sabtu / 27-06-2026, 23:56 WIB
4 Rekomendasi Lipstik Tahan 16 Jam yang Dijual di Alfamart
Sabtu / 27-06-2026, 23:56 WIB






