Raymond Chin Soroti Risiko Bisnis di Balik IPO RANS Entertainment
Sementara penjualan produk berbasis IP seperti makanan, minuman, dan kecantikan juga turun sekitar 12,7% menjadi Rp107 miliar.
Raymond mengakui prospektus menjelaskan sebagian penurunan pendapatan dipengaruhi pelepasan entitas anak PT RANS Prestasi Bersama, sehingga terdapat faktor non-recurring.
>>> Transmart Full Day Sale Kembali, Diskon 50%+20% Siap Banjiri Belanja Akhir Bulan
Namun, pelemahan bisnis brand deal tetap menjadi perhatian karena berasal dari kondisi pasar.
Di sisi lain, sejumlah indikator keuangan masih menunjukkan kondisi relatif sehat.
Saldo kas meningkat menjadi sekitar Rp100,13 miliar pada akhir 2025, total liabilitas turun menjadi Rp120,23 miliar, sementara margin laba kotor meningkat menjadi 43,21% dari 38,79%.
Risiko Ketergantungan pada Raffi Ahmad
Aspek lain yang harus menjadi perhatian investor adalah risiko ketergantungan bisnis terhadap figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Raymond menyebut risiko tersebut bukan sekadar asumsi pasar, melainkan telah diungkap secara eksplisit dalam prospektus perusahaan.
Prospektus menyebut risiko utama Perseroan adalah ketergantungan terhadap Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga sebagai talent utama, sehingga penurunan keterlibatan maupun isu reputasi berpotensi memengaruhi kinerja usaha dan keuangan.
Raymond menilai manajemen telah mulai mengantisipasi risiko tersebut melalui diversifikasi bisnis.
Berdasarkan rencana penggunaan dana IPO, sekitar 18,64% dana akan digunakan untuk pembangunan taman bermain edukatif Cipungland, sekitar 8,15% dialokasikan membentuk perusahaan patungan di bidang teknologi AI, sekitar 19,8% untuk akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, sedangkan 37,61% digunakan mendukung penyelenggaraan konser di berbagai kota.
Ia juga menyoroti valuasi IPO RANS yang diperkirakan berada pada kisaran PER sekitar 30-38 kali berdasarkan harga penawaran.
Menurut Raymond, valuasi tersebut berada jauh di atas rata-rata pasar sehingga keputusan investasi tidak cukup hanya didasarkan pada kekuatan merek dan popularitas pendirinya.
>>> Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Dinilai Rapuh, INDEF Wanti-wanti Bisa Melambat pada Kuartal II
"IPO adalah angka gabung sama cerita. Tapi angka matters," ujarnya.
Update Terbaru
7 Game Penghasil Uang Terpercaya 2026, Saldo DANA Gratis Bisa Cair
Minggu / 28-06-2026, 00:29 WIB
Cara Aktifkan Kembali NIK Bansos PKH dan BPNT yang Terblokir di 2026
Minggu / 28-06-2026, 00:28 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8: Inovasi Baru dengan Harga Lebih Terjangkau
Minggu / 28-06-2026, 00:22 WIB
Pencurian Taksi di Santee Berakhir dengan Penangkapan di Mission Valley
Minggu / 28-06-2026, 00:21 WIB
Pengemudi Divonis 3 Tahun Penjara karena Tabrak Lari Tewaskan Bocah, Picu Bentrok Politik
Minggu / 28-06-2026, 00:21 WIB
BEI: 8 Calon Emiten Siap IPO, Mayoritas Beraset Besar
Minggu / 28-06-2026, 00:14 WIB
Republik Seafood Buka Cabang di Gading Serpong, Datangkan 2 Ton Rahang Tuna dari Papua
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
CBP Disinyalir Menumpuk, Pengamat Sebut Dilema Distribusi Bulog
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu
Minggu / 28-06-2026, 00:12 WIB
J.D. Vance Tetap Bersikukuh Pemilu 2020 Dicurangi, Bill Maher Kecewa
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
North West Tampil dengan Piercing Bibir Baru di Paris Fashion Week
Minggu / 28-06-2026, 00:02 WIB
Hasil AVC Cup: Indonesia Cetak Sejarah Lolos ke Final usai Hajar India
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
Prediksi RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Laga Penentu
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB
181 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Unhas Mundur, Tak Daftar Ulang
Minggu / 28-06-2026, 00:01 WIB






