Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Beznau di utara Swiss menghentikan operasi kedua reaktornya akibat gelombang panas yang melanda Eropa.

Perusahaan energi Axpo melaporkan penutupan itu dilakukan karena suhu Sungai Aare yang digunakan sebagai pendingin meningkat hingga 25 derajat Celsius.

in1

>>> Pilot Tewas Usai Pesawat Tabrak Pencakar Langit Tertinggi di Beijing

"Belum ada tanda-tanda suhu akan turun sehingga pendinginan yang memadai tidak dapat dilakukan," kata Axpo dalam pernyataan resminya, Jumat (26/6).

PLTN Beznau terletak di dekat perbatasan Jerman dan merupakan salah satu pembangkit nuklir tertua di dunia. Reaktor 1 mulai beroperasi pada 1969, sedangkan Reaktor 2 pada 1971.

Axpo menyatakan pihaknya terus memantau suhu Sungai Aare.

Jika suhu menurun atau ada prakiraan pendinginan yang memadai, PLTN Beznau dapat kembali beroperasi setelah mendapat persetujuan otoritas terkait.

Gelombang panas mematikan melanda Eropa Barat dan berdampak pada sekitar 150 juta orang.

>>> Warga Bandung Asyik Saling Bertukar Barang di Bersaling Silang

Suhu di sejumlah negara Eropa mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, bahkan di Prancis menyentuh 40 derajat Celsius.

Pada Jumat, Swiss mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni selama dua hari berturut-turut.

Suhu di Basel yang tidak jauh dari Beznau mencapai 38,8 derajat Celsius, memecahkan rekor sebelumnya yang bertahan hampir 80 tahun.

Energi nuklir menyumbang lebih dari sepertiga produksi listrik di Swiss. Negara itu memiliki empat reaktor nuklir yang telah berusia tua, termasuk dua reaktor di PLTN Beznau.

>>> Mensos Apresiasi Jatim, Miliki Sekolah Rakyat Terbanyak

Penyedia energi utama Prancis juga menghentikan operasi dua reaktor nuklir pada Kamis sebagai langkah perlindungan lingkungan untuk menghindari pembuangan air pendingin bersuhu tinggi ke sungai yang sudah panas.