BPS menerjunkan 3.467 petugas sensus untuk mendata sekitar 428 ribu unit usaha di seluruh Provinsi Jambi.

Pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dukungan Pemerintah Daerah

in1

Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan kualitas kebijakan pembangunan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.

"Dengan data ini luar biasa penting bagi kita, tidak ada hari ini wacana yang kita bangun tanpa data yang konkret," kata dia.

Ia pun meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jambi membantu mengedukasi masyarakat agar bersedia menerima petugas sensus dan memberi informasi yang benar.

>>> Sekjen Partai Buruh Mundur Bersama 1,3 Juta Anggota Sayap Politik

Menanggapi hal ini, Sonny pun mengingatkan pentingnya partisipasi semua pihak.

"Jika tak disensus maka harapan akan hangus. Tak mau di data artinya anda tak ada," ujar Sonny.

Sehari sebelumnya, Kamis (25/6), BPS lebih dulu mencanangkan SE2026 di Provinsi Bengkulu.

Acara berlangsung di panggung penutupan Festival Tabut, Sport Center Bumi Merah Putih, memanfaatkan momentum budaya yang menarik perhatian publik.

Sonny mengapresiasi tren positif ekonomi Bengkulu.

Pada triwulan I-2026, ekonomi daerah ini tumbuh hampir 5 persen dengan sektor pertanian sebagai penopang utama, sementara sektor pariwisata melesat 19,73 persen.

Pertumbuhan itu, menurut Sonny, perlu dibarengi data lengkap agar kebijakan pembangunan sesuai kondisi riil di lapangan.

Ia menegaskan SE2026 merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sesuai amanat undang-undang.

"Terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu khususnya Bapak Gubernur, atas dukungan yang luar biasa kepada Badan Pusat Statistik dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," ucap Sonny.