Dampak Ekonomi dan Multiplier Effect

Selain sektor pendidikan, pembangunan sekolah tersebut diperkirakan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.

Selama tahap konstruksi, proyek diperkirakan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan permintaan terhadap material bangunan, jasa konstruksi, alat berat, serta berbagai sektor pendukung lainnya.

in1

Setelah beroperasi, keberadaan sekitar 3.000 siswa yang tinggal di kawasan sekolah diperkirakan mendorong peningkatan permintaan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, sayuran, telur, daging, ikan, susu, buah-buahan, air minum, perlengkapan kebersihan, layanan kesehatan, transportasi, hingga utilitas.

Berdasarkan estimasi sederhana, kebutuhan operasional para siswa berpotensi menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp200 juta hingga Rp270 juta per hari atau setara Rp6 miliar hingga Rp8 miliar per bulan.

Nilai tersebut belum memperhitungkan belanja pembangunan, pemeliharaan fasilitas, serta pengeluaran untuk tenaga pendidik, tenaga kependidikan, petugas keamanan, tenaga kesehatan, dan pegawai pendukung lainnya.

Secara geografis, lokasi sekolah berada di kawasan strategis yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Batusangkar, 35 kilometer dari Payakumbuh, 40 kilometer dari Bukittinggi, dan sekitar 120 kilometer dari Padang, sehingga dinilai memiliki akses yang memadai dari sejumlah pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

>>> TECNO Perkenalkan EllaClaw AI Terbaru dengan Otomatisasi Lintas Aplikasi dan 40+ Skill Pintar

Dengan kapasitas terbesar secara nasional dan potensi aktivitas ekonomi yang ditimbulkannya, Sekolah Rakyat Tanjung Alam diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di kawasan kaki Gunung Marapi selain menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat pendidikan.