Dalam proses rekrutmen, banyak kandidat berusaha menunjukkan sikap terbaik. Namun, tidak semua perilaku yang dianggap sopan memberikan kesan positif di mata tim Human Resources Development (HRD).

Beberapa kebiasaan yang diniatkan sebagai bentuk kesopanan justru dapat menimbulkan kesan kurang percaya diri, kurang profesional, atau tidak siap menghadapi dunia kerja.

in1

>>> SPRITE Luncurkan Varian Nipis Mint, Hadirkan Sensasi Dingin ala 'Santai Melantai'

Berikut lima kebiasaan 'sopan' yang sebaiknya dihindari.

Terlalu Sering Mengucapkan 'Maaf'

Mengucapkan maaf memang penting, tetapi jika terlalu sering, hal ini bisa memberikan kesan kurang percaya diri.

Dalam wawancara kerja, kandidat yang terus-menerus meminta maaf saat mengungkapkan pendapat atau melakukan kesalahan kecil dinilai kurang tegas.

HRD justru mencari seseorang yang mampu berdiri teguh dengan pendapatnya.

Alih-alih meminta maaf berulang kali, tunjukkan rasa percaya diri dan kesanggupan dalam menjelaskan pendapat atau keputusan yang diambil.

Menghindari Kontak Mata

Banyak orang merasa canggung saat melakukan kontak mata, terutama dengan pewawancara yang tampak serius. Namun, kebiasaan menghindari kontak mata bisa memberikan kesan kurang terbuka atau tidak percaya diri.

Kontak mata yang tepat menunjukkan ketulusan, kepercayaan diri, dan keterbukaan. Lakukan kontak mata sewajarnya agar terlihat lebih percaya diri dan tidak terkesan menghindar.

Terlalu Banyak Berbicara Tentang Diri Sendiri

Saat wawancara, kandidat sering merasa harus menunjukkan betapa hebatnya diri mereka.

Namun, jika terus-menerus berbicara tentang pencapaian tanpa memberi kesempatan HRD untuk berbicara, hal ini bisa terlihat kurang rendah hati.

>>> Pemerintah Siapkan Jurus Baru Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis

HRD lebih suka mendengar bagaimana kandidat bisa berkontribusi dalam tim atau perusahaan.