Setelah Superman membuka babak baru semesta DC, kini giliran Kara Zor-El mendapat sorotan lewat Supergirl. Film garapan Craig Gillespie ini memilih pendekatan yang lebih intim dengan menempatkan perjalanan emosional sang pahlawan sebagai inti cerita.

Kara Zor-El, yang diperankan Milly Alcock, diperlihatkan sebagai sosok yang belum mampu berdamai dengan masa lalunya. Berbeda dengan Kal-El yang memilih menjadi pelindung Bumi, Kara justru mengasingkan diri ke sebuah planet bermatahari merah agar kekuatan Kryptoniannya tidak aktif. Di tempat itu ia melarikan diri dari beban hidup dengan menjalani hari-hari tanpa tujuan.

in1

Kal-El, diperankan David Corenswet, beberapa kali mencoba mendekati sepupunya. Namun Kara menolak mengikuti jejak Superman dan lebih memilih menjauh dari kehidupan sebagai pahlawan.

Perjalanan Kara berubah saat bertemu Ruthye Marye Knoll, gadis muda yang kehilangan seluruh keluarganya akibat tindakan Krem of the Yellow Hills. Ruthye mengajak Kara memburu pelaku pembantaian tersebut, tetapi ajakan itu semula tidak mendapat respons.

Keadaan berubah ketika Krypto, anjing kesayangan Kara, diracuni. Satu-satunya penawar berada di tangan Krem. Demi menyelamatkan sahabat setianya itu, Kara akhirnya memulai perjalanan melintasi berbagai planet bersama Ruthye untuk mengejar sang penjahat.

>>> Opioid Medis Sulit Diakses di Indonesia, Ketakutan Penyalahgunaan Jadi Hambatan

Cerita Mudah Diikuti

Dibandingkan Superman yang lebih luas dalam membangun dunianya, Supergirl tampil dengan skala yang lebih sederhana. Walau tetap menghadirkan sejumlah lokasi di berbagai planet, fokus film tetap berada pada perkembangan karakter utamanya.

Naskah karya Ana Nogueira memberikan penjelasan yang mudah dipahami, termasuk melalui sejumlah adegan kilas balik yang memperlihatkan alasan Kara meninggalkan perannya sebagai pahlawan. Pendekatan ini membuat penonton yang belum mengenal karakter Supergirl tetap bisa mengikuti alur tanpa kesulitan.