Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan peredaran narkoba internasional dari kawasan Segitiga Emas pada awal Januari 2026.

Dalam operasi di Perlak, Aceh, petugas menyita 100 kilogram sabu dan menetapkan tiga tersangka.

in1

>>> Satgas Cartenz Tangkap Anggota KKB Terkait Penembakan Polisi

Plt Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan mengungkapkan sabu tersebut dikemas dalam lima karung plastik kuning, masing-masing berisi 20 bungkus.

Modus baru sindikat ini adalah membungkus narkoba menyerupai kopi bermerek Guatemala Antigua.

Sindikat yang berbasis di Thailand Utara ini tak pernah mati meski terus digempur aparat.

Pada 2023, konflik bersenjata antara sindikat dan pasukan keamanan Thailand pecah saat upaya menghentikan masuknya narkotika dari Segitiga Emas.

Wilayah Segitiga Emas yang terletak di pertemuan perbatasan Thailand, Laos, dan Myanmar sebagian besar tanpa hukum dan termiliterisasi.

Hal ini memudahkan produsen dan pengedar beroperasi dengan semakin canggih.

Penyitaan Masif dan Korban Jiwa

Penyitaan pil metamfetamin dari Segitiga Emas kini rutin dihitung dalam jutaan, sementara pengiriman metamfetamin kristal, heroin, dan ketamin mencapai ratusan kilogram.

Korban tewas akibat baku tembak antara pasukan Thailand dan penyelundup mencapai puluhan orang.

Seorang perwira unit elite anti-narkotika Pha Muang Task Force Thailand mengatakan tantangan besar adalah mengamankan ratusan kilometer perbatasan dengan Myanmar dan Laos.

"Jika kita memperkuat pertahanan di Chiang Rai, mereka pindah ke Chiang Mai. Mereka memantau pergerakan pasukan dan mengubah rute," ujarnya.

Dalam sembilan bulan hingga Juni 2023, pasukan tersebut melancarkan lebih dari 260 operasi.

>>> 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Tambahan yang Bisa Dicoba

Hasilnya, penyitaan 54 juta pil metamfetamin, 177 kg ketamin, 120 kg sabu, dan 12 kg heroin, serta penangkapan 320 tersangka dan 27 tewas.