Selain membahas hubungan AS dan Iran, Rusia juga menyoroti pentingnya stabilitas kawasan Teluk Persia. Kawasan itu selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.

>>> Korban Penyekapan 3 Tahun di Bandung Akhirnya Bicara: 'Hukum Seberat Mungkin!'

in1

Zakharova mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang berharap pemulihan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Hal itu dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi dan pangan negara-negara berkembang.

Menurut Rusia, stabilitas di jalur pelayaran tersebut sangat penting. Selat Hormuz merupakan salah satu titik vital distribusi minyak dan komoditas global.

Moskow juga kembali menyuarakan dukungannya terhadap pembentukan kerangka keamanan regional yang lebih luas di kawasan Teluk. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko konflik di masa depan.

Di saat yang sama, Rusia mengungkapkan bahwa proyek jalur kereta api Rasht-Astara kembali dilanjutkan.

Proyek yang menghubungkan Rusia dan Iran melalui Koridor Transportasi Internasional Utara-Selatan itu dilanjutkan setelah situasi keamanan memungkinkan.

Proyek tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konektivitas perdagangan antara Rusia, Iran, dan sejumlah negara lainnya.

Hal ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap jalur alternatif selain Selat Hormuz.

Zakharova mengatakan jalur kredit untuk proyek tersebut tidak pernah dibekukan. Rusia kini menunggu penyelesaian kontrak pelaksanaan serta beberapa persoalan teknis sebelum pembangunan dimulai.

Ia menambahkan bahwa minat terhadap Koridor Utara-Selatan meningkat tajam. Peningkatan itu seiring ketidakstabilan yang sempat terjadi di sekitar Selat Hormuz.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembahasan kesepakatan AS-Iran tidak hanya berdampak pada isu politik dan keamanan.

>>> TB Hasanuddin: Calon Manajer Kopdes Lebih Butuh Ilmu Manajemen daripada Latsarmil

Hal ini juga berpotensi memengaruhi peta perdagangan, energi, dan logistik global dalam beberapa tahun ke depan.