Serial animasi Disney, Dragon Striker, telah menjadi salah satu tayangan paling ambisius dari studio tersebut. Serial ini menggabungkan fantasi, olahraga, dan gaya bercerita ala anime.

Dalam panel khusus di Annecy International Animation Film Festival, para kreator mengungkapkan perjalanan pengembangan serial yang memakan waktu hampir satu dekade.

in1

>>> 7 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terbaru 2026, Nonton Video Bisa Langsung Cuan

Diskusi mencakup konsep awal hingga bahasa visual yang mendefinisikan dunia Kal Asterock.

Sesi ini dimoderatori oleh Orion Ross, Wakil Presiden Animasi Disney Kids & Family. Panel menghadirkan ko-kreator Sylvain Dos Santos dan Charles Lefebvre bersama seniman konsep Claire Sun.

Kejutan terbesar adalah bahwa Dragon Striker hampir berpusat pada olahraga yang berbeda. Menurut Dos Santos, proyek ini awalnya berkisar pada rugby ajaib, bukan sepak bola.

Dari Rugby ke Sepak Bola

Dos Santos mengungkapkan bahwa Dragon Striker telah dikembangkan selama sekitar sepuluh tahun.

Dalam bentuk awalnya, proyek ini berpusat pada rugby ajaib, mencerminkan masa kecil Dos Santos di Prancis selatan di mana rugby sangat populer.

"Saya berasal dari tempat di selatan Prancis di mana rugby sangat besar," kata Dos Santos. "Itu adalah tujuan saya."

Seiring pengembangan, Disney menyarankan perubahan olahraga dari rugby menjadi sepak bola.

Meskipun berarti mengulang konsep asli, Dos Santos mengakui keputusan itu akhirnya menguntungkan serial dengan memberikan daya tarik internasional yang lebih luas.

Popularitas global sepak bola membuatnya cocok untuk audiens Disney di seluruh dunia sambil mempertahankan elemen fantasi yang menjadi fondasi cerita.

Identitas Visual yang Unik

Selain premis fantasi sepak bola, Dragon Striker juga menonjol karena arahan seni yang khas.