Sutradara Charles Lefebvre menjelaskan bahwa hampir setiap aspek Kal Asterock mengikuti filosofi desain sederhana yang dibangun di sekitar dua bentuk geometris: lingkaran dan berlian.

Bentuk-bentuk ini muncul berulang kali di arsitektur, lingkungan, kostum, dan bahkan siluet karakter, memberikan dunia identitas visual yang kohesif.

in1

Desain kostum sengaja menggabungkan pengaruh fantasi abad pertengahan dengan pakaian jalanan modern.

Orion Ross mencatat bahwa produksi berkembang hingga mencakup pakaian musim dingin, pakaian musim panas, baju zirah, seragam, dan perlengkapan latihan seiring cerita yang menggambarkan musim berbeda.

>>> Ingin WiFi Gratis? Ini Cara Mengetahui Password WiFi yang Belum Pernah Terhubung

Seniman konsep Claire Sun juga mendiskusikan adaptasi gaya ilustrasinya yang lembut agar sesuai dengan desain karakter Lefebvre yang lebih bersudut.

Ia menggambarkan kolaborasi itu sebagai pengalaman belajar yang berharga dan menekankan pentingnya kerja tim.

"Ini kerja tim," kata Sun. "Jika Anda tidak hebat dalam sesuatu, itu bukan hal buruk—rekan setim dapat menutupi Anda."

Lefebvre menambahkan bahwa ia sengaja membentuk tim kreatif dengan seniman yang kekuatannya saling melengkapi, bukan mengharapkan semua orang menggambar dengan gaya yang persis sama.

Panel Annecy juga memberikan wawasan tentang filosofi di balik desain karakter serial.

Lefebvre menjelaskan bahwa ia sengaja membuat protagonis utama sederhana secara visual di awal cerita, memungkinkan mereka berkembang seiring narasi.

"Saya suka karakter utama menjadi agak vanilla," katanya, "karena saya suka mereka berevolusi melalui serial."

Karakter sekunder, sebaliknya, menerima desain yang lebih berani dan rumit karena mereka sering memiliki waktu layar yang lebih sedikit dan perlu meninggalkan kesan pertama yang kuat.

Kontras ini membantu pengembangan karakter utama secara alami sambil memastikan karakter pendukung menonjol.

Pertanyaan audiens kemudian beralih ke proses animasi, saran karier, dan jalur produksi di balik serial.

Dos Santos mengungkapkan bahwa Dragon Striker menggunakan alur kerja hibrida yang terinspirasi oleh produksi anime Jepang sambil menggabungkan metode Disney Television Animation.

Ketika ditanya tama ajaib mana yang akan mereka pilih, Lefebvre bercanda bahwa ia ingin tama waktu karena tidak pernah ada cukup waktu selama produksi.

Panel diakhiri dengan Orion Ross mendorong audiens untuk terus mendukung serial dan merekomendasikan penggemar untuk menontonnya lagi untuk menemukan detail visual yang tersembunyi di Kal Asterock.

>>> 5 Alternatif Lebih Baik dari Fitbit Air yang Wajib Dipertimbangkan

Dragon Striker saat ini tersedia di Disney+ dan Hulu.