Forum menghadirkan sejumlah wakil menteri, akademisi, praktisi, serta komunitas adat.

Hadir pula Istri Dubes Slowakia Laura Ferko, Wamen PPPA Veronica Tan, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa, Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, serta Wamen PU Diana Kusumawati.

in1

"Kalau pada pameran Weaving Wonders kita tampilkan betapa tangguhnya perempuan NTT dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti kemiskinan, kurangnya akses pendidikan, stunting, dan kekerasan rumah tangga.

Bahkan saat menghadapi tantangan berlapis seperti itu mereka tetap mampu menghasilkan karya-karya indah.

Maka pada Kunstkring Dialogue, kita menyusun langkah bersama banyak pihak untuk berkolaborasi mendampingi dan bekerja bersama para perempuan ini," ujar Monica Tanuhandaru, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL).

Weaving Wonders dan Kunstkring Dialogue merupakan kolaborasi YBLL dengan Penabulu Oxfam dan Yayasan Uma Nusantara.

Ketiga organisasi ini bekerja di tingkat akar rumput untuk memberdayakan masyarakat pedesaan di NTT.

>>> Rusia Pertimbangkan Larang Ekspor Solar demi Atasi Krisis BBM

"Kehadiran para duta besar ini merupakan upaya kita untuk memperluas jaringan dukungan bagi para mama dan membuka jalan untuk membawa karya-karya mereka ke dunia internasional," tegas Wamen PPPA Veronica Tan.