Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) sering mengalami sinyal lapar palsu atau fake hunger di antara jam makan utama.

Kondisi ini terjadi karena resistensi insulin menyebabkan glukosa tidak dapat diserap optimal oleh sel, sehingga otak tetap mengirim sinyal lapar meski gula darah tinggi.

in1

>>> Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria: RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI

Menjawab tantangan tersebut, mGanik Nutrition meluncurkan mGanik Superfood, camilan multigrain yang diklaim memiliki beban glikemik terendah di Indonesia, yaitu 4,89.

Produk ini telah melalui uji klinis di laboratorium terakreditasi.

Mekanisme Kerja mGanik Superfood

Produk ini mengandung 22 jenis multigrain, tinggi serat, 10 gram protein nabati, serta vitamin B6 dan B12.

Karbohidrat kompleks dari biji-bijian dilepaskan perlahan, memberikan rasa kenyang tanpa lonjakan gula darah.

Serat tinggi membentuk lapisan gel di usus halus yang menghambat enzim pencernaan, memperlambat pelepasan glukosa ke darah.

>>> Declan Rice Sesumbar: Inggris Bisa Kalahkan Siapa Pun di Piala Dunia 2026

Sementara itu, protein memicu hormon GLP-1 yang memperlambat pengosongan lambung dan mengirim sinyal kenyang ke otak.

Vitamin B6 dan B12 membantu mengubah nutrisi menjadi energi, sehingga tubuh tidak lemas di antara waktu makan.

Dengan demikian, mGanik Superfood mampu meredam fake hunger dan menjaga energi stabil.

dr. Kelvin Candiago, M. M.

, MARS. , DABRM, yang dilibatkan dalam pengembangan produk, menyatakan bahwa formulasi ini memiliki rasional ilmiah kuat.

>>> Galaxy S25 Ultra Diskon Besar di Amazon Prime Day 2026 India

"Hasil uji klinis menunjukkan camilan dengan beban glikemik rendah memberikan respons glukosa lebih baik, membantu pasien diabetes mengelola kondisi mereka," ujarnya.