Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti lonjakan kasus diabetes tipe 2 yang kini mulai menyerang usia muda.

Penyakit yang dulu identik dengan lansia ini ditemukan pada remaja, termasuk anak Sekolah Menengah Pertama (SMP).

>>> 27 Mei 2026 Apakah Tanggal Merah atau Hari Libur Nasional? Ini Penjelasan Lengkap Hari Raya Idul Adha

Hal itu disampaikan Dante dalam sambutannya di Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, pergeseran tren ini tidak hanya dipicu faktor genetik, tetapi juga perubahan gaya hidup.

"Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas.

Tetapi hari ini kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP," ungkap Dante.

Ia menyoroti kebiasaan generasi muda yang minim aktivitas fisik, tingginya screen time, kurang tidur, serta konsumsi gula dan makanan ultra-proses berlebihan.

Tekanan mental pada remaja juga memperburuk kondisi. Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja cenderung lebih agresif dibanding pada dewasa.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 27 – 31 Mei 2026

Pencegahan Dimulai dari Rumah

Dante menegaskan solusi utama bukan hanya obat, melainkan perubahan kebiasaan dari rumah. "Pencegahan harus dimulai sekarang.

Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga," tegasnya.

Ia mencontohkan pengalamannya mendaki Gunung Ciremai bersama putranya sebagai cara menjaga kebugaran dan mengurangi penggunaan gawai.

Pemerintah telah merespons melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau 25 juta anak sekolah.

Selain itu, penerapan sistem label "nutri-level" (A hingga D) pada kemasan makanan dan minuman untuk memperingatkan kadar gula.

>>> Harga Emas Pegadaian 26 Mei 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Kompak Melemah

Dari pemeriksaan di sekolah, ditemukan pula masalah kesehatan lain seperti hipertensi, anemia, dan gangguan gigi pada remaja.