Pada skenario menengah, kenaikannya mencapai sekitar 3 kali lipat.

Sementara pada skenario tinggi, trafik uplink berpotensi melonjak hingga 5 kali lipat pada 2031.

in1

Simulasi ini memperhitungkan berbagai jenis perangkat dan layanan AI, mulai dari AI/AR glasses, AI companion, AI camera, AI cloud gaming, hingga penggunaan AI langsung dari smartphone.

"Komposisinya akan mengubah traffic di uplink.

Total traffic memang gabungan downlink dan uplink, tapi uplink traffic bisa meningkat 3 hingga 5 kali," kata Stanislaus.

Ia menambahkan bahwa perilaku ini mungkin belum terlihat sekarang, tetapi dalam beberapa tahun ke depan akan semakin banyak.

Oleh karena itu, operator seluler perlu menyiapkan jaringan yang tidak hanya kuat untuk download, tetapi juga mampu menampung trafik upload yang semakin besar.

Ericsson juga memproyeksikan trafik data seluler global akan terus meningkat hingga 2031.

Peran 5G pun makin besar karena jaringan ini diperkirakan akan membawa sebagian besar trafik data seluler global.

Di kawasan South East Asia and Oceania, termasuk Indonesia, konsumsi data per smartphone diproyeksikan naik dari 21 GB per bulan pada 2025 menjadi 40 GB per bulan pada 2031.

>>> Cara Cek Desil Bansos Online, Ketahui Apakah Anda Masuk Penerima Bantuan Sosial

"Banyak hal yang dilakukan di network sekarang adalah bagaimana mempersiapkan jaringan, bukan hanya untuk mengunduh, tapi juga untuk banyaknya traffic yang going up," pungkas Stanislaus.