Ericsson memprediksi trafik upload atau uplink bisa melonjak hingga 5 kali lipat pada 2031. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di berbagai perangkat.

Prediksi tersebut tertuang dalam Ericsson Mobility Report 2026.

in1

>>> Google Cloud Tunjuk Karim Siregar sebagai Country Director Indonesia

Head of Network Solutions Ericsson South East Asia, Stanislaus Bawono, menyampaikan hal ini dalam sesi pemaparan di Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Stanislaus, saat ini AI lebih banyak digunakan untuk konsumsi konten, seperti menanyakan itinerary liburan.

Namun ke depannya, AI tidak hanya berjalan di smartphone, tetapi juga di perangkat lain seperti wearable device, smartwatch, smart glasses, kamera pintar, dan perangkat berbasis agentic AI.

Perangkat-perangkat ini memiliki pola kerja yang berbeda dari aplikasi seluler biasa.

Jika streaming video lebih banyak membebani jaringan dari sisi download, perangkat berbasis AI justru lebih sering mengirim data ke jaringan.

Contohnya, smart glasses yang digunakan untuk membaca kondisi sekitar, mengenali objek, menerjemahkan teks, atau memberi petunjuk arah secara real-time.

Untuk menjalankan fitur tersebut, perangkat perlu mengirim data berupa gambar, video, suara, lokasi, hingga informasi sensor ke sistem AI.

Artinya, jaringan tidak hanya dituntut kencang saat download, tetapi juga harus kuat di sisi upload.

"Dulu kita selalu bicara 30 GB atau 100 GB untuk downlink, tapi ke depan traffic akan lebih banyak naik ke atas (upload)," ungkap Stanislaus.

Simulasi Kenaikan Trafik Upload

Dalam simulasi Ericsson, dampak penggunaan AI terhadap trafik upload cukup besar. Pada skenario biasa, trafik uplink diperkirakan naik sekitar 2 kali lipat.

>>> Jadwal Pencairan BPNT Juni 2026 dan Cara Cek Penerima