Peserta berasal dari berbagai instansi pemerintah dan rumah sakit terkemuka di Indonesia.

Dari unsur pemerintah hadir Direktur Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, serta Kepala Pusat Kebijakan Sistem dan Sumber Daya Kesehatan BKPK.

in1

Dari kalangan rumah sakit, peserta berasal dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, RSUP Prof. Ngoerah, RSUP Ben Mboi Kupang, RSUD Ulin Banjarmasin, RS Universitas Hasanuddin, Awal Bros Hospital Group, EMC Healthcare, Mitra Plumbon Hospital Group, Metro Hospital Group, Primaya Hospital Group, dan Sentra Medika Hospital Group.

Kehadiran Imperial College London sebagai institusi pendidikan dan riset terkemuka dunia di bidang kesehatan, sains, dan teknologi memberikan nilai tambah.

Melalui pertukaran wawasan internasional, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi peluang inovasi untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia.

Menurut dr. Otto, setiap transformasi rumah sakit pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.

"Pada akhirnya, tujuan dari setiap transformasi yang dilakukan rumah sakit adalah menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pasien.

>>> NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears untuk Pelatnas

Teknologi, digitalisasi, maupun artificial intelligence harus menjadi enabler yang membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat," tutup dr. Otto.