"Namun, dampaknya terhadap kinerja emiten diperkirakan masih terbatas karena kontribusi program MBG terhadap pendapatan emiten saat ini belum material," tambahnya.

>>> Komunitas MBW212CI Rayakan Satu Dekade Eksistensi di Tengah Tren Mobil Listrik

in1

Fundamental sektor poultry tetap lebih dipengaruhi oleh harga ayam, keseimbangan supply-demand, dan biaya pakan. Investor tidak perlu bereaksi berlebihan karena sentimen ini lebih mengurangi potensi pertumbuhan tambahan.

Elandry menjelaskan emiten yang paling sensitif adalah perusahaan dengan keterkaitan langsung pada pasokan protein hewani dan makanan olahan, seperti CPIN, JPFA, CMRY, dan ICBP.

Saham-saham tersebut sebelumnya lekat dengan narasi MBG sebagai sumber peningkatan permintaan.

Bagi investor, Elandry menyarankan agar sentimen ini disikapi secara selektif. Fokus investasi tetap pada emiten dengan fundamental kuat, pangsa pasar besar, dan bisnis inti yang solid.

Alrich menambahkan emiten yang paling sensitif terhadap MBG adalah perusahaan yang terkait langsung dengan pasokan bahan pangan dan protein.

Dari sektor poultry, CPIN, JPFA, dan MAIN patut dicermati karena eksposur besar pada produksi ayam.

Selain itu, ULTJ dan CMRY memiliki eksposur pada produk susu dan nutrisi jika pemerintah memperluas variasi menu. Sementara dari sektor konsumer, dampaknya cenderung tidak langsung.

Pasar perlu membedakan antara pengurangan ekspektasi pertumbuhan dan penurunan fundamental bisnis. Saat ini yang terjadi lebih mendekati penyesuaian ekspektasi.

Investor sebaiknya tetap fokus pada pertumbuhan volume penjualan, margin keuntungan, harga bahan baku, dan efisiensi operasional. Faktor-faktor tersebut masih menjadi penentu utama kinerja emiten.

Dalam jangka pendek, sentimen ini berpotensi memicu aksi ambil untung pada saham yang sebelumnya naik karena tema MBG.

>>> Stok S Pen untuk Galaxy Z Fold 5 dan 6 Mulai Langka

Namun, dalam jangka menengah pasar akan kembali fokus pada realisasi kinerja keuangan masing-masing emiten.