Meningkatkan Daya Saing Solusi Finansial UMKM

Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia (BI), Anastuty Kusumowardhani, menyebut kesehatan finansial sebagai fondasi produktivitas UMKM.

BI terus mengoptimalkan pemberdayaan, akses pasar, edukasi, dan mitigasi risiko usaha.

in1

Anastuty menilai tantangan mendasar saat ini adalah penguatan pola pikir pelaku usaha. Kemampuan menjaga kualitas, memenuhi standar pasar, dan konsistensi merespons kebutuhan pembeli menjadi kunci daya saing.

Pengalaman serupa dicatat Amartha yang telah mendampingi perempuan pelaku UMKM di pedesaan selama lebih dari 16 tahun.

Lembaga ini merangkul hampir 4 juta perempuan melalui dukungan 9.000 tenaga lapangan.

Melalui pembelajaran lapangan, Amartha menerapkan pendekatan khusus yang dirancang bersama perempuan. Pola ini bertujuan menghadirkan solusi finansial adaptif terhadap target dan tujuan keuangan yang dinamis.

"Selama lebih dari 16 tahun mendampingi perempuan pelaku UMKM, kami belajar bahwa setiap perempuan memiliki tujuan dan perjalanan finansial berbeda.

Solusi paling relevan lahir dari mendengarkan kebutuhan mereka dan merancang bersama," ujar Chief Compliance and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto.

>>> Mbah Marsiyah, Jemaah Haji Tertua Indonesia Berusia 104 Tahun, Sehat Selama di Tanah Suci

Aria menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan integrasi berbagai aspek strategis yang saling melengkapi. Komponen tersebut mencakup akses keuangan, edukasi literasi, implementasi teknologi, dan sokongan ekosistem yang solid.