"Kalau bagusnya memang 7 sampai 8 hektare supaya dapat prasarana yang optimal, dan kalau bisa lahannya yang rata," ujarnya.

>>> Iran Kembali ke Meksiko usai Tahan Imbang Belgia di Piala Dunia 2026

Bantuan Bencana

in1

Selain Sekolah Rakyat, audiensi juga menyoroti perkembangan bantuan bagi korban banjir di Bener Meriah. Masryani Mansyur menyampaikan bahwa Kemensos telah menyalurkan berbagai bantuan.

Bantuan tersebut meliputi santunan ahli waris bagi 33 orang senilai Rp 495 juta, bantuan isi hunian bagi 1.261 kepala keluarga senilai Rp 3,78 miliar, bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 6,3 miliar, serta bantuan jaminan hidup (jadup).

Sebelumnya, Kemensos telah menyalurkan bantuan jadup tahap pertama kepada 4.468 jiwa senilai Rp 2,01 miliar untuk kebutuhan satu bulan.

Kemensos juga memastikan penyaluran jadup untuk dua bulan berikutnya segera direalisasikan.

"Jadi untuk yang dua bulan ini sudah masuk SPM-nya. Insya Allah minggu ini kami salur melalui PT Pos," ujar Masryani.

Berdasarkan verifikasi terbaru, bantuan jadup lanjutan untuk dua bulan akan disalurkan kepada 3.417 jiwa dengan nilai sekitar Rp 3,07 miliar.

Armia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemensos terhadap masyarakat Bener Meriah yang masih dalam pemulihan pascabencana.

Pemkab Bener Meriah juga menyampaikan kebutuhan dukungan akses data sosial ekonomi hingga tingkat desa untuk memperkuat pemutakhiran data penerima bantuan sosial.

Agus Jabo meminta pemerintah daerah berkoordinasi langsung dengan Pusat Data dan Informasi Kemensos agar kebutuhan data dapat segera ditindaklanjuti.

Menutup audiensi, Agus Jabo memastikan Kemensos akan terus mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Bener Meriah.

"Jadi untuk sekolah rakyat, proposalnya tetap namun harus ada keterangan perpindahan lahan dari Bupati. Lalu untuk jadup, mudah-mudahan minggu ini keluar.

>>> Tak Selalu Buruk, Melamun Juga Ada Manfaatnya, Lho!

Paling lama minggu depan," kata Agus Jabo.