Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat koordinasi untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.

Pemerintah daerah didorong segera menuntaskan kesiapan lahan agar usulan pembangunan sekolah dapat masuk dalam tahapan pembangunan berikutnya.

in1

>>> Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur

Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Bener Meriah Armia di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Agus Jabo didampingi Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Masryani Mansyur, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos Joko Widiarto, serta perwakilan Sekber Sekolah Rakyat Jauhari.

Sementara Armia hadir bersama Kepala Dinas Sosial Bener Meriah Hasyimi.

Kesiapan Lahan Jadi Fokus

Dalam audiensi, Armia menyampaikan perkembangan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Bener Meriah. Awalnya, pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di pusat kota.

Namun, lahan tersebut belum memenuhi ketentuan pembangunan Sekolah Rakyat yang membutuhkan area sekitar 6,8 hektare.

Armia memastikan persoalan lahan tidak menjadi kendala karena telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi. "Kita alternatifnya lahannya banyak, Pak.

Masalah listrik ada, air ada. Kita sudah minta hibah lahan dari Kementerian Pertanian," ujarnya.

Agus Jabo menjelaskan bahwa usulan pembangunan tetap dapat diproses, namun perlu disesuaikan dengan ketentuan teknis, khususnya luas dan kesiapan lahan.

"Yang penting cepat supaya bisa ikut. Mumpung usulan tahap tiga ini belum diteken Menteri Sosial untuk disampaikan ke Presiden," kata Agus Jabo.

Ia meminta Pemkab Bener Meriah segera menuntaskan proses penggantian lahan agar usulan dapat masuk dalam tahapan pembangunan berikutnya.

Perwakilan Sekber Sekolah Rakyat, Jauhari, menambahkan bahwa kesiapan lahan menjadi faktor penting untuk menunjang kualitas sarana pendidikan.