PT PLN (Persero) akhirnya buka suara terkait mati lampu bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam sepekan terakhir.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo membeberkan kronologi gangguan tersebut.

in1

>>> Fans Spanyol Bersuka Cita Rayakan Kemenangan 4-0 atas Arab Saudi

Menurut Darmawan, penyebab utama pemadaman adalah gangguan teknis pada dua pembangkit listrik milik perusahaan swasta atau independent power producer (IPP).

Gangguan itu menyebabkan kedua pembangkit keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

"Minggu lalu ada dua pembangkit milik mitra kami atau pembangkit independent power producer (IPP) mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," ujar Darmawan dalam konferensi pers di PLN UIP2B Jamali, Depok, Minggu (21/6).

Ia menjelaskan, begitu gangguan terjadi, PLN langsung mengerahkan tim bersama pengelola pembangkit untuk melakukan perbaikan. Upaya itu dilakukan agar pasokan listrik segera normal kembali.

Satu Pembangkit Berhasil Dipulihkan

Darmawan mengabarkan bahwa kondisi sistem kelistrikan Jawa kini berangsur membaik. Salah satu pembangkit yang sebelumnya bermasalah telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi.

"Malam ini kami menyampaikan kabar yang baik, salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan tadi pukul 18.00 sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa," jelasnya.

>>> 12 Jam Kebakaran Pabrik Sandal Cipondoh Tangerang, Api Masih Berkobar

Dengan pulihnya salah satu pembangkit, PLN mengklaim pemadaman bergilir yang terjadi selama sepekan terakhir telah berhasil diminimalkan.

Perseroan juga memastikan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik berjalan lancar sesuai spesifikasi.

PLN terus memperkuat pembangkit dan rantai pasok energi guna menjaga keandalan sistem. Darmawan menambahkan, pihaknya memantau kondisi sistem kelistrikan Jawa secara penuh selama 24 jam setiap hari.

"Kami terus memonitor upaya perbaikan sistem kelistrikan Pulau Jawa 24 jam, tujuh hari seminggu secara terus-menerus," imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Darmawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir yang terjadi.

>>> Tod's dan Gaya Hidup Italia dalam Bisikan Lantang

"Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir di minggu lalu," pungkasnya.