Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak PT PLN (Persero) untuk bertanggung jawab atas pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa.

Gangguan yang terus berulang ini dinilai menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

in1

>>> Mesir Akhirnya Rasakan Kemenangan Piala Dunia Setelah 92 Tahun

Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menyatakan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar publik yang menopang berbagai aktivitas vital masyarakat.

Mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga sektor ekonomi, setiap gangguan pada pasokan listrik berdampak langsung pada kualitas hidup dan kepastian hak konsumen.

"Pemadaman yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi keandalan pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko, hingga tata kelola pelayanan," ujar Rio, Senin (22/6/2026).

Kompensasi Otomatis bagi Konsumen

YLKI turut menyoroti kewajiban pemberian kompensasi bagi konsumen yang terdampak, sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025.

>>> Polda Metro Buka Suara soal Tudingan Intervensi di Kasus Roy-Tifa

Menurut lembaga tersebut, hak kompensasi semestinya diberikan secara otomatis dan transparan tanpa perlu menunggu aduan dari masyarakat.

"Konsumen tidak boleh terus menanggung kerugian akibat lemahnya sistem. Kompensasi harus diberikan otomatis," kata Rio.

Lebih lanjut, YLKI meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan guna memastikan ketahanan energi nasional menjadi prioritas strategis.

>>> Yamaha Rayakan 10 Tahun Aerox di Indonesia Lewat We Are AEROX Society

Negara dinilai tidak boleh hanya hadir saat terjadi krisis, melainkan juga harus melakukan pencegahan melalui regulasi dan kebijakan yang kuat.