Penyanyi sekaligus presenter asal Korea Selatan, Lee Ji Hye, menjadi korban penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Wajahnya dipalsukan dan digunakan dalam berbagai iklan palsu tanpa izin.

Melalui unggahan di media sosial, wanita berusia 46 tahun itu mengaku menerima banyak pesan dari pengikutnya yang menanyakan soal iklan-iklan yang menampilkan dirinya.

in1

>>> Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya

Setelah ditelusuri, iklan tersebut ternyata bukan bagian dari kerja sama resmi.

Pelaku menggunakan AI untuk memanipulasi wajah Lee Ji Hye dan menempelkannya pada tubuh orang lain demi mempromosikan produk.

Ia sama sekali tidak terlibat dalam pembuatan maupun promosi iklan tersebut.

"Saya belakangan menerima banyak pesan langsung mengenai iklan-iklan ini. Jangan klik tautannya dan jangan membeli apa pun dari sana.

Hati-hati," tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa meski iklan ditulis dalam bahasa Korea, ada keanehan yang bisa dirasakan.

>>> Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.668.000 per Gram pada 22 Juni 2026

Produk yang dipromosikan lewat iklan palsu tersebut sangat beragam, mulai dari ubi jalar hingga pakaian dalam. Semua memanfaatkan wajah sang selebritas untuk menarik perhatian calon pembeli.

Maraknya Penyalahgunaan AI pada Figur Publik

Kasus yang dialami Lee Ji Hye bukanlah yang pertama.

Dalam beberapa bulan terakhir, semakin banyak laporan mengenai penggunaan foto dan identitas figur publik tanpa izin melalui teknologi AI.

Modus ini biasanya memanfaatkan popularitas selebriti untuk menciptakan kesan seolah-olah mereka mendukung atau menggunakan produk tertentu. Lee Ji Hye pun memperingatkan penggemar agar waspada.

Lee Ji Hye memulai kariernya sebagai anggota grup Sharp sebelum bubar pada 2002.

>>> Microsoft Jajaki Penggunaan DeepSeek V4 untuk Tekan Biaya AI

Ia kemudian sukses sebagai penyanyi solo, presenter, dan bintang televisi, dikenal lewat program seperti Divorced Singles dan Burning Trotman.