Dada T. rex dewasa sangat besar sehingga zona jangkauan efektif lengan sangat dekat dengan dada.

Untuk menggunakan lengannya, T. rex harus menindih mangsa dengan dada, membuat rahangnya tidak bisa digunakan bersamaan.

in1

Holtz menawarkan alternatif: pada masa remaja, lengan T. rex proporsional lebih panjang dan fungsional untuk berburu mangsa kecil.

Saat dewasa, rahang mengambil alih fungsi utama.

Stanley mengakui bahwa lengan mungkin menjadi kurang penting seiring bertambahnya usia, tetapi menolak menyebutnya sebagai organ vestigial seperti sayap burung kiwi.

Menurutnya, cakar T. rex dewasa masih bisa digunakan secara oportunistik, terutama terhadap mangsa yang sulit ditaklukkan dengan rahang saja.

Perdebatan ini bukan sekadar soal anatomi, melainkan pertanyaan paleontologi mendasar: bagaimana membedakan organ vestigial dari alat khusus? Bukti fosil belum bisa menjawabnya.

>>> PP Aisyiyah usul panduan darurat bencana diperbarui demi gizi anak

Namun, satu hal pasti: menertawakan lengan mungil T. rex mungkin berarti meremehkan salah satu predator paling mematikan yang pernah ada.