Para peneliti dari University of California, Davis (UC Davis) berhasil memanfaatkan perbedaan suhu antara permukaan Bumi dan dinginnya luar angkasa untuk menghasilkan energi mekanik di malam hari.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Science Advances pada Februari 2026.

in1

>>> Profil Brigjen Yuniar Dwi Hantono yang Viral Diduga Ikut jadi Peserta Mandiri Jogja Marathon 2026: Umur, Agama dan Akun IG

Prototipe yang dikembangkan menggunakan mesin Stirling, teknologi yang sudah ada sejak abad ke-19.

Prinsip kerjanya sederhana: dua zona dengan suhu berbeda membuat gas bersirkulasi dalam sirkuit tertutup, menggerakkan piston, dan menghasilkan energi mekanik.

Keunggulan mesin Stirling adalah mampu bekerja dengan perbedaan suhu yang sangat kecil.

Memanfaatkan Suhu Alami

Alih-alih membakar bahan bakar, tim UC Davis menggunakan dua reservoir termal alami dan gratis.

Satu sisi mesin menyerap panas dari tanah, sementara sisi lain yang terhubung ke panel radiatif menghadap langit melepaskan energi termal ke luar angkasa.

Perbedaan suhu yang tercipta cukup untuk menggerakkan piston.

Setelah setahun melakukan eksperimen malam hari, tim yang dipimpin mahasiswa PhD Tristan Deppe mengukur setidaknya 400 miliwatt daya mekanik per meter persegi.

>>> Siapa Brigjen Yuniar Dwi Hantono? Sosok yang Viral Diduga Ikut jadi Peserta Mandiri Jogja Marathon 2026

Meski belum cukup untuk menerangi kota, daya tersebut dapat menggerakkan kipas kecil, ventilasi rumah kaca, atau mengisi ulang sensor otonom.

Dalam pengujian, perangkat langsung menyalakan kipas sebelum dihubungkan ke motor listrik kecil untuk menghasilkan arus.

UC Davis telah mengajukan paten sementara untuk penemuan ini.

Kondisi Optimal dan Sinergi dengan Panel Surya

Sistem bekerja paling baik di daerah dengan kelembaban rendah dan langit cerah, karena awan dan uap air membatasi radiasi energi ke luar angkasa.

Daerah kering dan semi-kering, terutama di Amerika Barat, menjadi kandidat utama untuk penerapan skala besar.

Metode ini melengkapi panel surya fotovoltaik dengan sempurna: panel surya menghasilkan listrik di siang hari, sementara mesin Stirling ini bekerja di malam hari.

>>> Jamaah Haji Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air

Tanpa baterai, bahan bakar, atau emisi, sinergi ini jarang ditemukan di antara energi terbarukan.