Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar lomba Madihin dan Hadrah sebagai upaya melestarikan seni budaya suku Banjar.

Kegiatan ini diikuti 274 peserta dan berlangsung di Lapangan dr Murjani, Banjarbaru, pada Minggu.

in1

>>> Park Hye Kyung Bantah Tuduhan Selingkuh, Lapor YouTuber ke Polisi

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan lomba ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga kearifan lokal.

Ia berharap seni budaya di Kalsel tetap dicintai oleh generasi muda.

Yudha mengakui seni tradisional saat ini rawan tergerus oleh budaya luar yang marak di kalangan anak muda. Melalui perlombaan ini, eksistensi Madihin dan Hadrah diharapkan tetap terjaga.

Antusiasme Tinggi dan Rencana Ke Depan

Melihat antusiasme penonton dan peserta, Kapolda mengisyaratkan festival ini akan menjadi agenda berkelanjutan dengan skala lebih besar. Ia juga menyebutkan bahwa tahun depan akan dilombakan seni budaya Dayak.

Para pemenang lomba nantinya akan tampil pada acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026.

>>> SPMB Jakarta 2026 Dinilai Paling Siap, Jabar Masih Hadapi Masalah Sistem

Kasubbid Provos Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien selaku panitia melaporkan lomba Madihin diikuti 36 peserta dalam 13 tim Polri dan 7 tim masyarakat umum.

Sementara lomba Hadrah diramaikan 238 peserta dari 1 tim Polri dan 13 tim masyarakat umum.

Madihin dan Hadrah merupakan kesenian tradisional bernafaskan Islam yang populer di kalangan masyarakat Banjar.

Madihin adalah seni sastra lisan dengan pemain menabuh alat musik terbang sambil melantunkan lirik bahasa Banjar.

>>> Prancis Tetapkan Siaga Panas Tertinggi di 35 Wilayah

Hadrah adalah musik dengan lantunan shalawat yang dibawakan berkelompok sambil memainkan rebana dan gerakan koreografi.