Tantangan utama adalah mutu yang belum seragam. Biji kakao tanpa proses lanjutan memiliki nilai jual sangat terbatas.

Pemerintah daerah pun bergerak mendampingi petani mengolah hasil panen agar memiliki daya saing lebih tinggi. Kunci peningkatan mutu terletak pada proses fermentasi.

in1

Fermentasi bukan sekadar pengeringan biasa, melainkan tahapan alami di mana biji kakao dibiarkan terbungkus lendirnya selama beberapa hari dalam kondisi terkontrol.

Proses ini memicu reaksi kimia yang menghilangkan rasa pahit dan memunculkan aroma serta cita rasa khas cokelat.

Camat Karangan Muhammad Reza Pahlevi menjelaskan bahwa perubahan cara pengolahan ini tidak terjadi dalam semalam. Butuh waktu, pendampingan teknis, dan kesabaran untuk mengubah kebiasaan lama para petani.

>>> IHSG Diprediksi Hijau, 3 Saham Pilihan untuk Dipantau Pekan Ini

Teknik fermentasi yang benar mulai diperkenalkan sejak dua tahun terakhir. Awalnya banyak yang ragu, tetapi setelah melihat hasilnya, semangat petani tumbuh sendiri.