Bank Mega Syariah optimis menyalurkan pembiayaan korporasi meskipun nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kinerja pembiayaan komersial perseroan tetap positif.

Hingga Mei 2026, outstanding pembiayaan komersial Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp5,7 triliun.

in1

>>> Vera Wang Pukau Publik dengan Gaya Berani di Fragrance Foundation Awards

Angka ini tumbuh 13,22 persen secara year to date dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp5,17 triliun.

Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah, Guritno, mengatakan pelemahan rupiah tidak mengurangi peluang pertumbuhan. Banyak perusahaan masih berencana ekspansi dan membutuhkan modal kerja.

Pertumbuhan pembiayaan komersial didukung dua subsegmen utama.

Pembiayaan korporasi berkontribusi 43,76 persen atau lebih dari Rp4,4 triliun, sedangkan Business Banking menyumbang 13,86 persen atau lebih dari Rp1,4 triliun.

>>> PTPN Genjot Kesehatan Karyawan demi SDM Produktif

Guritno menjelaskan sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kontributor utama pertumbuhan pembiayaan korporasi. Kedua sektor ini memiliki fundamental kuat dan kebutuhan stabil.

Bank Mega Syariah juga membidik peluang di sektor infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi, dan logistik. Sektor berorientasi ekspor atau berpendapatan valas dinilai prospektif.

Penguatan dolar AS dipandang sebagai momentum positif bagi pelaku usaha ekspor. Bank Mega Syariah aktif berkomunikasi dengan nasabah untuk menangkap peluang ekspansi.

Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko. Proses pembiayaan melalui asesmen komprehensif terhadap profil risiko, kemampuan bayar, dan ketahanan usaha nasabah.

>>> Rupiah Melemah, Bank Mega Syariah Yakin Kredit Komersial Tetap Tumbuh

Secara keseluruhan, total pembiayaan Bank Mega Syariah hingga Mei 2026 tumbuh 7,20 persen year on year menjadi lebih dari Rp9,9 triliun, dibandingkan Rp3,3 triliun pada Mei 2025.