Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan Pekan Depan
Tidak adanya pasar mata uang lepas pantai (offshore) yang efisien serta berbagai pembatasan di pasar valuta asing domestik dinilai masih menjadi hambatan bagi investor asing.
Namun, MSCI mengumumkan posisi Indonesia masih berada di level negara berkembang atau Emerging Market. Hal ini karena Indonesia mendapat sejumlah keunggulan pada aspek keterbukaan pasar.
"Hal itu menjadi salah satu faktor MSCI masih mempertahankan Indonesia di kelas negara berkembang, setelah sempat memberikan sinyal penurunan kelas sehingga membuat pasar kembali optimistis arus modal asing akan kembali membanjiri pasar keuangan Indonesia," lanjut Ibrahim.
Dari sisi eksternal, perhatian pasar masih tertuju pada arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Ibrahim menyoroti bahwa sembilan dari 19 pembuat kebijakan The Fed masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun ini.
Menurutnya, sinyal tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.
Meski Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, pernyataan pejabat The Fed dinilai bernada hawkish dan mendorong penguatan dolar AS.
Kondisi tersebut turut mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan membawa indeks dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Alhasil, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, masih menghadapi tekanan.
>>> AI dan Emisi Karbon: Antara Harapan dan Kenyataan
Dengan berbagai faktor di atas, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak cenderung melemah dalam rentang Rp 17.500 hingga Rp 18.000 per dolar AS sepanjang pekan depan.
Update Terbaru
Bulog Surakarta Optimistis Target Penyerapan Beras Tercapai Sebelum Akhir Tahun
Minggu / 21-06-2026, 11:28 WIB
Jusuf Kalla: Film Tanah Runtuh Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Media Pembelajaran
Minggu / 21-06-2026, 11:28 WIB
Muhaimin: Ulama Berperan Penting Bangun Karakter dan Spiritual Bangsa
Minggu / 21-06-2026, 11:28 WIB
Kiper Curacao Eloy Room Cetak Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 11:28 WIB
Wuling Motors Rampungkan Penanganan Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok
Minggu / 21-06-2026, 11:26 WIB
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: Kiper Jadi Bintang
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Mainan di Medan Johor, 11 Rumah Terdampak
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
FKBI: Transformasi Energi Bersih Perkuat Reputasi Pertamina di Mata Global
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah BPRS GP Medan
Minggu / 21-06-2026, 11:21 WIB
Changan Lumin EV: Mobil Listrik Mungil Rp205 Juta Siap Bersaing di Perkotaan
Minggu / 21-06-2026, 11:21 WIB
Ekuador Ditahan Imbang Curacao di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 11:21 WIB
Swiss Sambut Delegasi Iran untuk Pembicaraan dengan AS
Minggu / 21-06-2026, 11:20 WIB
Rating TV Nasional per Minggu, 21 Juni 2026: Terikat Janji Pimpin, Indosiar Tempatkan Dua Program di Tiga Besar
Minggu / 21-06-2026, 11:16 WIB






