Menurut dia, cabang olahraga pacuan kuda pada PON mendatang yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan lebih banyak mempertandingkan kelas-kelas yang menggunakan kuda daerah.

>>> Francesco Bagnaia Menangi Sprint Race MotoGP Ceko 2026 di Brno

in1

"Sejak empat tahun lalu saya berjanji ingin mengangkat kuda-kuda daerah. Untuk PON nanti, mayoritas kuda yang dipertandingkan adalah kuda daerah.

Ini merupakan aspirasi dari daerah-daerah yang ingin kuda lokal mendapat kesempatan tampil di tingkat nasional," kata Triwatty.

Kebijakan ini akan memberikan keuntungan besar bagi NTB yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan kuda nasional.

Dengan kombinasi antara kuda lokal, budaya berkuda yang kuat, serta keberadaan joki cilik yang berlimpah, dia optimistis NTB dapat berkembang menjadi gudang atlet berkuda memanah Indonesia.

"Menurut saya, NTB sangat potensial menjadi salah satu gudang atlet berkuda memanah nasional. Modalnya sudah ada, tinggal pembinaan yang harus diperkuat," ujar dia.

Untuk itu, Triwatty menekankan pembangunan fasilitas olahraga menjadi langkah awal yang harus dilakukan untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Setelah sarana tersedia, pembinaan diarahkan pada pengembangan atlet, kuda, hingga peningkatan kapasitas pelatih dan ofisial.

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana.

>>> Bitmine Immersion Tetapkan Dividen Tunai $0,1056 per Saham Preferen Seri A

Insyaallah besok kami akan melihat lokasi pacuan kuda yang dibantu Bupati Lombok Tengah sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028," ujar dia.