Berkeringat saat berolahraga adalah hal yang wajar. Banyak orang mengandalkan air putih untuk mengganti cairan yang hilang.

Namun, menurut Dr. Krissy Ladner, Director of Sports Performance and Nutrition Education at Herbalife, air putih saja belum tentu cukup.

in1

>>> Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali Tabrak Dua Mobil

Terutama jika aktivitas fisik berlangsung lebih dari satu jam atau membuat tubuh berkeringat deras.

Dr. Ladner menjelaskan bahwa dehidrasi dapat menurunkan performa tubuh lebih cepat dari yang disadari. Atlet bisa kehilangan satu hingga tiga liter keringat setiap jam selama latihan.

Penurunan berat badan sebesar 2% akibat kehilangan cairan sudah cukup untuk menurunkan performa secara signifikan. Kecepatan sprint berkurang, waktu reaksi melambat, dan tingkat kelelahan meningkat.

Sebagai gambaran, seseorang dengan berat badan sekitar 82 kilogram bisa mengalami penurunan performa setelah kehilangan kurang dari 1,6 kilogram cairan akibat berkeringat.

Banyak orang lupa bahwa keringat tidak hanya terdiri dari air. Keringat juga mengandung elektrolit penting seperti natrium, klorida, kalium, magnesium, dan kalsium.

Natrium dan klorida berfungsi mengatur keseimbangan cairan, tekanan darah, sinyal saraf, dan kontraksi otot.

Kalium mendukung fungsi otot dan saraf, sementara magnesium dan kalsium juga berperan penting dalam kerja otot.

Ketika elektrolit yang hilang tidak tergantikan, tubuh memberikan tanda peringatan seperti kram otot, mudah lelah, sakit kepala, pusing, hingga melambatnya respons tubuh.

Pada kondisi serius, dehidrasi dapat memicu detak jantung tidak teratur.

>>> Bulog Sumut Jamin Stok Minyakita Aman di Pasar

Air putih memang dapat menggantikan volume cairan yang hilang, tetapi tidak menggantikan natrium.

Padahal, natrium berperan penting dalam mempertahankan cairan di dalam tubuh dan membantu penyerapannya ke dalam sel.