Ratu Super Hemat Bagikan Prinsip Frugal Living agar Kantong Aman
Pekerja di ibu kota kerap kesulitan mengatur keuangan akibat kenaikan harga bahan pokok dan gaya hidup boros. Frugal living menjadi solusi untuk mengelola pengeluaran secara bijaksana.
Linda Homiya, yang dijuluki "Ratu Super Hemat", sukses menerapkan gaya hidup ini. Ia membagikan tipsnya melalui kanal YouTube Rivan Kurniawan.
>>> MSCI Soroti Hambatan Struktural Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Dipertahankan
Frugal Living, Bukan No Living
Menurut Linda, frugal living bukanlah menyiksa diri atau membatasi semua keinginan. Prinsipnya adalah penganggaran ketat agar tetap bisa menikmati hidup tanpa memaksakan gaya hidup mewah.
Ia menekankan pentingnya menemukan batas kenyamanan finansial masing-masing. Tujuannya agar tidak terjebak dalam tekanan sosial untuk tampak kaya.
Tingkatkan Diri, Bukan Hanya Menahan Lapar
Menahan pengeluaran saja tidak cukup karena tabungan tetap terbatas jika pendapatan tidak naik. Linda menyarankan untuk fokus meningkatkan keterampilan dan mencari peluang baru.
Dengan meningkatkan kapasitas diri dan pendapatan, seseorang bisa menabung dan berinvestasi lebih besar tanpa penghematan ekstrem.
Jangan FOMO
Saat karier dan penghasilan meningkat, godaan untuk mengikuti gaya hidup mewah sering muncul. Linda mengingatkan agar berani mengabaikan keinginan mendapat pengakuan dari orang lain.
>>> Maskapai Penerbangan Teluk Mulai Pulih Pasca Konflik Timur Tengah
Lebih baik memiliki keuangan sehat secara diam-diam daripada terlihat kaya di media sosial namun kesulitan membayar cicilan. Pujian orang lain tidak akan membantu memenuhi kebutuhan hidup.
Buat Pohon Aset
Frugal living adalah komitmen jangka panjang.
Linda mengalokasikan sisa penghasilannya ke instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana, bukan hanya di rekening bank.
Ia mengibaratkan langkah itu sebagai menanam "pohon aset" yang dipupuk sekarang agar bisa dipanen di masa depan.
Disiplin menyisihkan modal investasi sejak muda bertujuan membangun aset yang menghasilkan pendapatan pasif.
>>> BPDP dan ASPEKPIR Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China
Dengan fokus pada pembentukan aset, seseorang bisa mencapai kemerdekaan finansial dan menikmati pensiun tanpa bergantung pada pekerjaan kantor.
Update Terbaru
IONext.ai Luncurkan Platform AI untuk Percepat Implementasi di Perusahaan
Sabtu / 20-06-2026, 15:08 WIB
PT NQI dan Hosen Shenzhen Bangun Pabrik Baterai serta Panel Surya
Sabtu / 20-06-2026, 15:08 WIB
Putri Tanjung Senang CORTIS Debut di ASEAN Lewat Allo Bank Festival
Sabtu / 20-06-2026, 15:05 WIB
8 Gejala Penyakit Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Sabtu / 20-06-2026, 15:05 WIB
Menekraf Dorong Kekayaan Intelektual Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Sabtu / 20-06-2026, 15:05 WIB
Energi Bersih RI Mulai Bergerak Lebih Cepat, Target 2026 Tercapai Lebih Awal
Sabtu / 20-06-2026, 15:05 WIB
Belanda Hadapi Laga Krusial Melawan Swedia di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:05 WIB
Pemerintah Siap Luncurkan Biosolar B50 pada 1 Juli 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:04 WIB
Paraguay Kalahkan Turki 1-0 di Piala Dunia 2026, Gol Perdana Setelah 18 Tahun
Sabtu / 20-06-2026, 15:04 WIB
Jerman vs Pantai Gading: Perebutan Puncak Grup E Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 15:04 WIB
Maruarar Pastikan Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik
Sabtu / 20-06-2026, 15:00 WIB
Mesir Temukan Sisa Kuil Berusia 2.500 Tahun di Oasis Bahariya
Sabtu / 20-06-2026, 15:00 WIB
Anggota DPR: Pemerintah Tidak Antikritik soal Program MBG
Sabtu / 20-06-2026, 15:00 WIB
Biaya Operasional Melonjak, Gapasdap Desak Penyesuaian Tarif Penyeberangan
Sabtu / 20-06-2026, 15:00 WIB






