Setelah nilai sampah yang terkumpul mencapai minimal Rp55 ribu, masyarakat akan menerima saldo dalam bentuk rekening emas.

Dengan demikian, sampah yang sebelumnya tidak bernilai dapat bertransformasi menjadi instrumen investasi masa depan.

in1

>>> Fabio Quartararo Buka Suara Usai Absen Tes Motor Baru Yamaha 850 cc

Program ini hadir sebagai respon atas tantangan pengelolaan sampah nasional yang semakin kompleks.

Produksi sampah Indonesia mencapai sekitar 30 juta ton per tahun, sehingga BSI melihat peluang untuk menghadirkan solusi berbasis keuangan sosial syariah.

Pada tahap awal, program ini menyasar lebih dari 20 kepala keluarga atau 73 penerima manfaat di kawasan Bantar Gebang dan Tangerang Selatan.

Targetnya mengelola lebih dari 27 ton sampah daur ulang serta memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Untuk memperluas jangkauan, BSI akan mengoperasikan lima kios Waste Management secara bertahap mulai Juni hingga Agustus 2026.

Lokasinya meliputi Pondok Pesantren Hafidz Indonesia Center Bekasi, Perumahan Malibu Village Tangerang, Pasar Paramount Serpong, Perumahan Villa Dago Pamulang, dan Perumahan Kampung Utan Pertamina Ciputat.

BSI mengalokasikan bantuan senilai Rp1 miliar untuk pelatihan pengelolaan sampah, pengembangan keterampilan produksi barang daur ulang, serta pembangunan fasilitas kios Waste Management.

Green Zakat BSI selaras dengan agenda pembangunan nasional melalui Astacita, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan berkelanjutan.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan aksi terhadap perubahan iklim.

Perseroan menyatakan akan terus mengembangkan inovasi pendayagunaan Green Zakat sebagai bagian dari komitmen menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

>>> PT Bumi Siak Pusako Tunjuk Robi Junipa sebagai Direktur Baru

Dengan mengintegrasikan keuangan sosial syariah, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan, BSI optimistis zakat dapat menjadi katalis transformasi yang mampu mengubah sampah menjadi berkah, memperkuat kemandirian mustahik, serta menciptakan masa depan Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan sejahtera.