Dari yang tadinya cuma cubit atau tempeleng sedikit, pukul tangan, tempeleng kepala, wajah segala macam, bisa jedot ke dinding, macam-macam.

Dan saya bisa memahami bahwa Tami kemarin datang itu dalam keadaan sedih," beber Ana.

in1

Situasi emosional yang tidak stabil ini mengingatkan sang pengacara pada kasus serupa yang pernah ia tangani sebelumnya, yakni kasus selebgram Cut Intan Nabila.

"Di antara kebingungan, kesedihan, kemarahan itu dia juga mengalami kelabilan secara emosional. Karena satu, dia tidak percaya.

Lalu kemudian kalau saya bisa keluar dari keadaan ini bagaimana caranya? Nah itulah yang dia kemarin datang nanya ke kita para advokat.

Ini secara hukum seperti apa statusnya, dan kalau saya harus mengambil upaya-upaya hukum apa saja. Ya kita berikan edukasi," ungkap Ana.

Langkah berikutnya yang akan diambil oleh tim hukum tidak hanya berfokus pada proses legal, melainkan juga pada pemulihan kesehatan mental Tami melalui bantuan tenaga profesional.

"Nanti biasanya kita punya rekanan psikolog, nanti kita akan rekomendasikan supaya bisa membantu pulih dengan cepat.

Karena, tidak mudah bagi perempuan mengalami peristiwa-peristiwa yang menyakitkan dalam rumah tangganya," kata Ana.

>>> 5 Detail Style Gusti Sura di Malam 1 Suro Mangkunegaran 2026

Perhatian publik terhadap kasus rumah tangga pasangan selebritas ini juga semakin diperkuat oleh pengakuan Tami yang menyatakan dirinya telah tertular Human Papillomavirus (HPV) dari sang suami.