Acha Septriasa membawa pulang banyak pelajaran setelah menyelesaikan syuting film terbarunya, Suamiku Lukaku.

Film yang digarap sutradara Sharad Sharan dan Viva Westi dengan latar Pangkal Pinang ini memberinya perspektif baru tentang kehidupan.

>>> Sarwendah Ungkap Fakta Mengejutkan soal Ruben Onsu: Kasihan Anak-Anak

Salah satu poin utama yang ia soroti adalah tantangan perempuan menghadapi stigma sosial. Sebagai seorang ibu, Acha merasa isu batasan ambisi bagi kaum hawa sangat relevan dengan realitanya.

Menolak Stigma Perempuan Tanpa Ambisi

Acha Septriasa mengungkapkan sering menemui anggapan negatif bahwa perempuan sebaiknya tidak terlalu menonjol. Stigma yang paling mengganggunya adalah pandangan bahwa perempuan tidak boleh memiliki ambisi besar.

Menurut pemeran utama film ini, ambisi justru elemen penting yang memberi semangat bagi perempuan untuk terus berkembang. Tanpa ambisi, seseorang akan kesulitan memetakan cita-cita dan memaksimalkan potensi diri.

Pandangan Acha mengenai pentingnya tujuan hidup bagi perempuan:

  • Ambisi membantu perempuan merasa lebih berharga dan memiliki arah jelas.
  • Memiliki cita-cita berfungsi sebagai pegangan hidup agar batin tidak kosong.
  • Menekan ambisi perempuan dianggap langkah keliru karena menghambat pengembangan diri.
  • Tujuan hidup yang kuat memberi energi tambahan untuk berkontribusi lebih besar.

Dalam wawancara di Gedung KLY Jakarta Pusat, Acha menekankan bahwa setiap orang sudah banyak memberi.

Baginya, memiliki tujuan membuat seseorang tetap tegak berdiri meski harus membagi fokus ke banyak hal.

Keseimbangan Antara Karier dan Peran Ibu

Acha menjelaskan bahwa ambisi tidak selalu berkaitan dengan hal muluk atau pencapaian karier tinggi.

Ambisi bisa tercermin dalam komitmen penuh hadir secara nyata bagi sang buah hati di tengah kesibukan.

Ia sadar banyak orang menganggap artis sibuk mustahil bisa mengurus anak mandiri. Namun, Acha dengan tegas menepis anggapan tersebut dan membuktikan tetap memprioritaskan peran sebagai ibu.