Aktivitas keseharian Acha: menyiapkan bekal sekolah sendiri dari Senin hingga Jumat, mengantar anak ke sekolah tanpa sopir, belajar memasak menu khusus sesuai permintaan anak, dan memastikan hadir dalam momen penting tumbuh kembang anak.

>>> PB ESI Perkuat Visi Esports Indonesia Mendunia, Prestasi Global 2026 Makin Resmi

Tabel di atas menunjukkan ambisi Acha justru menyala saat ingin memberikan yang terbaik bagi putrinya. Kebahagiaan sejati muncul saat ia mampu memenuhi keinginan sederhana sang anak.

Tantangan Akting dan Refleksi Diri

Membahas keterlibatannya di film Suamiku Lukaku, Acha mengenang adegan paling sulit dan menguras tenaga.

Menariknya, kesulitan itu bukan saat beradegan sebagai korban KDRT yang dilakukan karakter Irfan (Baim Wong).

Tantangan terberat justru saat beradu akting dengan aktris cilik Azkya Mahira yang berperan sebagai anaknya. Acha mengakui kondisi emosionalnya sedang tidak stabil saat syuting, membuatnya sangat emosional.

Acha merasa wajah Azkya sangat mirip dengan anak kandungnya, sehingga batasan antara film dan kenyataan sempat kabur.

Karakter Amina yang diperjuangkannya digambarkan sebagai ibu yang berjuang demi kesehatan putrinya, Nadia.

Kemiripan situasi ini membuat Acha terus refleksi apakah dirinya sudah menjadi orang tua yang baik.

Ia berharap apa yang dilakukannya setiap hari bisa menjadi teladan positif bagi pertumbuhan sang buah hati.

Film Suamiku Lukaku tidak hanya hiburan, tetapi juga membawa misi sosial menyuarakan kampanye stop KDRT.

>>> AS-Iran Terus Bertukar Pesan, Trump Yakin Kesepakatan Resmi Tercapai 2026

Melalui peran Amina, Acha ingin menunjukkan bahwa luka yang tidak terlihat fisik seringkali berdampak nyata bagi korban.