Produsen otomotif asal China, Chery, mulai merambah sektor kecerdasan buatan dengan memperkenalkan robot bernama AiMOGA ke pasar Indonesia.

Langkah ini diambil setelah perusahaan sukses meluncurkan jajaran kendaraan listrik mereka.

in1

>>> Unesa Buka 90 Formasi Tenaga Kependidikan Waktu Tertentu, Pendaftaran 22 Juni

Dua model robot humanoid diperkenalkan, yaitu robot berbentuk anjing bernama Argos dan robot humanoid bernama Mornine.

Kedua teknologi tersebut dikembangkan untuk memenuhi berbagai fungsi, mulai dari layanan konsumen hingga sektor kesehatan.

Spesifikasi dan Kemampuan Robot

Model Mornine memiliki tinggi 167 cm dan berat 70 kg, dilengkapi 40 degree of freedom (DOF) untuk pergerakan yang fleksibel.

Robot ini mampu berkomunikasi dalam lebih dari 10 bahasa dan melakukan tugas seperti menyajikan minuman serta memberikan informasi.

Sementara itu, Argos dirancang sebagai robot anjing untuk pendamping keluarga, edukasi, dan aktivitas komersial.

Sistem navigasi AiMOGA menggabungkan kecerdasan buatan, sensor, kamera, dan teknologi LiDAR untuk memetakan area sekitar.

Robot ini juga dapat dihubungkan dengan model AI global seperti ChatGPT dan DeepSeek.

Menurut Sam Kwok, AIMOGA Deputy Director of International Business, robot ini memadukan AI, persepsi lingkungan, dan interaksi manusia secara natural.

Ke depannya, kemampuan ini akan terus berkembang seiring bertambahnya data dan skenario penggunaan.

>>> G7 Luncurkan Aliansi Mineral Kritis untuk Kurangi Ketergantungan dari China

Target Pasar dan Implementasi

Chery melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk pengembangan teknologi robotika dan AI.

Pengembangan robot difokuskan pada implementasi nyata di dunia kerja, bukan sekadar pameran teknologi.

Rencana penempatan robot meliputi asisten penjualan di diler, robot perawat rumah sakit, hingga pembantu polisi lalu lintas.