Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat. Indeks menguat tipis 0,08% atau 4,799 poin ke level 6.177,139.

Data RTI mencatat sebanyak 332 saham mengalami kenaikan, 342 saham terkoreksi, dan 141 saham bergerak stagnan.

in1

>>> Israel Rebut Wewenang Perencanaan Masjid Ibrahimi dari Otoritas Palestina

Volume perdagangan mencapai 31,5 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 25,4 triliun.

Sektor infrastruktur, kesehatan, dan barang konsumen non-primer memimpin penguatan dari tujuh indeks sektoral yang positif.

IDX Infrastructure naik 1,61%, IDX Healthcare naik 1,52%, dan IDX Consumer Non-Cyclicals bertambah 1,09%.

Di jajaran top gainers LQ45, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,70% ke Rp 6.300.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,4% ke Rp 2.930, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menguat 2,40% ke Rp 1.705.

Sementara itu, top losers LQ45 ditempati PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 7,19% ke Rp 2.580.

Saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 6,53% ke Rp 372, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 5,31% ke Rp 1.515.

Sentimen Negatif dari MSCI

Tekanan di pasar keuangan domestik terjadi setelah MSCI memberikan catatan khusus terkait aspek investabilitas.

Lembaga penyedia indeks global tersebut menurunkan penilaian kriteria aliran informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif.

Keterbatasan transparansi kepemilikan saham menjadi salah satu poin utama yang dikritisi MSCI. Selain itu, terdapat indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi pada sejumlah emiten di dalam negeri.

Catatan tersebut memperlebar kekhawatiran pelaku pasar terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.

Kondisi ini berjalan seiring dengan aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar US$ 3,65 miliar sepanjang tahun 2026.