Tim analis Citi menilai catatan MSCI ini lebih mengarah pada kualitas organisasi pasar dan tata kelola emiten.

>>> 12 Negara Asia Paling Jago Bahasa Inggris, Indonesia Nomor Berapa?

in1

Poin-poin tersebut dinilai bukan merupakan faktor struktural utama yang dapat mengubah klasifikasi pasar suatu negara.

"Kelemahan ini terkonsentrasi pada tata kelola dan kualitas organisasi pasar, bukan pada pilar struktural yang menentukan klasifikasi indeks," tulis analis Citi dalam risetnya.

Menurut hasil analisis Citi, penurunan kriteria tersebut merefleksikan kekhawatiran investor global terhadap kualitas saham beredar di publik (free float).

Integritas dalam proses pembentukan harga pada beberapa emiten turut menjadi perhatian.

Pelaku pasar kini menanti pengumuman Market Classification Review MSCI yang dijadwalkan pekan depan. Sebagian besar investor memproyeksikan Indonesia tetap bertahan dalam kelompok Emerging Market.

Kendati demikian, risiko penurunan kasta menjadi Frontier Market tetap diwaspadai karena berpotensi memperbesar arus keluar modal asing.

Senior Financial Market Strategist Exness, Inki Cho, memaparkan pandangannya mengenai situasi ini.

Menurut Inki Cho, potensi tekanan dari MSCI ini muncul saat pemerintah tengah menghadapi tantangan fiskal.

Jika penurunan status pasar memicu gelombang modal keluar, ruang pembiayaan program belanja pemerintah akan semakin terbatas.

Pergerakan Bursa Regional Asia

Sentimen kehati-hatian juga menjalar ke pasar saham regional. Indeks MSCI Emerging Markets Asia terkoreksi hampir 1% setelah sempat menyentuh level tertinggi baru.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI ditutup melemah tipis 0,1% akibat aksi ambil untung pada saham semikonduktor.

Indeks Straits Times Singapura juga merosot 0,8% setelah mencetak rekor tertinggi.

Penurunan juga terjadi di bursa Filipina sebesar 0,3%, di mana mata uang peso melemah ke level 60,779 per dolar AS.

>>> CMF Phone 3 Pro Batal Meluncur pada 2026, Ini Alasannya

Indeks saham Malaysia terpangkas 0,6% dengan ringgit yang menyentuh level terlemahnya dalam tujuh bulan terakhir, sedangkan bursa Thailand turun 0,7%.