Kesepakatan Damai AS-Iran Berpotensi Longgarkan APBN Meski Belanja Subsidi Tetap Tinggi
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah juga menyampaikan pesan serupa mengenai pentingnya reformasi subsidi energi dalam konteks Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
Landasan RAPBN 2027 yang disepakati DPR dan pemerintah pada Rabu (17/6/2026) mencantumkan target pertumbuhan ekonomi 5,8% sampai 6,5%.
Rentang defisit APBN ditetapkan sebesar 1,8% sampai 2,4% terhadap PDB.
Said Abdullah yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan mengingatkan bahwa target pertumbuhan tahun depan bisa tercapai salah satunya ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga sekitar 5,3% sampai 5,6%.
"Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu menyempurnakan kebijakan bantuan sosial, subsidi dan kompensasi, agar lebih tepat sasaran mendorong perluasan lapangan kerja dan pengendalian inflasi," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Komisi XI DPR sebelumnya pada Desember 2025 telah menggelar rapat bersama Menkeu Purbaya dan CEO Danantara Rosan Roeslani.
Rapat tersebut salah satunya membahas penataan ulang skema subsidi energi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprakirakan kesepakatan damai AS-Iran bisa memberikan kelonggaran anggaran karena sebelumnya pemerintah melakukan pengalihan dari sejumlah pos belanja untuk kebutuhan subsidi.
Potensi efisiensi anggaran hasil refocusing dan prioritisasi belanja kementerian/lembaga mencapai sekitar Rp130 triliun, dibarengi skema kerja dari rumah (WFH) sejak 1 April 2026.
Purbaya menyebut akan segera mengkaji kembali alokasi pos belanja pemerintah dan melakukan penyesuaian.
Hingga 31 Mei 2026, belanja APBN terealisasi Rp1.365,4 triliun dengan penerimaan Rp1.185 triliun, sehingga defisit tercatat Rp180,4 triliun (0,7% dari PDB).
"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kami sisihkan untuk subsidi, sehingga akan jauh berkurang ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden.
>>> Google Resmi Luncurkan Android 17, Fokus pada Keamanan dan Gemini AI
Jadi kami lihat seperti apa dan baru kami adjust," terangnya usai rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (15/6/2026).
Update Terbaru
DKI Jakarta Catat 100 Ribu Pendaftar Program Padat Karya
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Dishub Jatim Siapkan Sistem Transportasi Cerdas untuk TransJatim
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Prancis Runtuhkan Dongeng Kroasia di Final Piala Dunia 2018
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Devin/Faathir Runner-up Macau Open 2026 Usai Kalah dari Pasangan Korea
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Festival Depok Heritage 2026 Digelar Akhir Pekan Ini
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Jokowi Rayakan Ultah ke-65, Ribuan Warga Padati Kediaman di Sumber Solo
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menko Zulhas Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas 2029
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menteri PU Tinjau Infrastruktur Pascagempa di Sulawesi Tengah
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Real Madrid Bantah Rumor Transfer Michael Olise dari Bayern Munchen
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Dua Fase Penting Perkembangan Anak Usia 1 Tahun yang Perlu Diketahui Orang Tua
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Collazo KO Valdez di Ronde Kedua, Rekor Tak Terkalahkan Terjaga
Minggu / 21-06-2026, 16:31 WIB
Dieng Caldera Race 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar
Minggu / 21-06-2026, 16:28 WIB
3 Sunscreen Murah di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Ramah Kantong
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Van Dijk Minta Belanda Fokus ke Laga Selanjutnya Usai Bantai Swedia
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB






