Kesepakatan Damai AS-Iran Berpotensi Longgarkan APBN Meski Belanja Subsidi Tetap Tinggi
Proyeksi Harga Minyak dan Dampaknya
Laporan Bank Dunia bertajuk Commodity Markets Outlook pada April 2026 memprakirakan harga minyak bisa menyentuh rata-rata US$94 per barel.
Proyeksi ini mengacu pada skenario apabila konflik berlanjut dan memicu disrupsi di Selat Hormuz.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurrahman mengakui kesepakatan damai tersebut berpotensi memperbaiki ruang fiskal Indonesia.
Namun, ia mewanti-wanti agar dampaknya tidak dibesar-besarkan.
Wanti-wanti ini muncul karena belanja subsidi dan kompensasi sudah melampaui Rp200 triliun dalam kurun waktu lima bulan.
Asumsi harga minyak atau ICP hingga bulan lalu juga mengalami deviasi 31,2% dari target APBN.
"Dengan kondisi tersebut, tekanan terhadap APBN sudah terjadi sebelum adanya kesepakatan damai sehingga ruang fiskal yang hilang tidak dapat dipulihkan hanya oleh penurunan harga minyak dalam jangka pendek," jelas Rizal kepada Bisnis, Rabu (17/6/2026).
Beban subsidi APBN dinilai tetap tinggi selama pemerintah mempertahankan harga Pertalite dan Solar, meskipun ada perubahan harga energi global.
Faktor penentu lainnya adalah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Rizal menilai peluang harga minyak kembali ke kisaran US$70 per barel dalam waktu dekat sangat kecil.
Beban fiskal APBN akan tetap ada mengingat postur defisit disusun sebesar 2,68% terhadap PDB (Rp689,1 triliun).
Skenario yang lebih realistis menurut dosen Universitas Trilogi ini adalah harga minyak terkoreksi ke kisaran US$75 sampai US$85 per barel.
Angka ini diyakini dapat mengurangi tekanan terhadap subsidi energi dibandingkan bulan-bulan terakhir.
Pemerintah disarankan tidak menggunakan skenario optimistis sebagai dasar kebijakan fiskal, melainkan memanfaatkan penurunan harga minyak untuk memperkuat cadangan fiskal, mengendalikan defisit, dan mempercepat realokasi belanja ke sektor produktif.
Update Terbaru
DKI Jakarta Catat 100 Ribu Pendaftar Program Padat Karya
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Dishub Jatim Siapkan Sistem Transportasi Cerdas untuk TransJatim
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Prancis Runtuhkan Dongeng Kroasia di Final Piala Dunia 2018
Minggu / 21-06-2026, 16:40 WIB
Devin/Faathir Runner-up Macau Open 2026 Usai Kalah dari Pasangan Korea
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Festival Depok Heritage 2026 Digelar Akhir Pekan Ini
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Jokowi Rayakan Ultah ke-65, Ribuan Warga Padati Kediaman di Sumber Solo
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menko Zulhas Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas 2029
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menteri PU Tinjau Infrastruktur Pascagempa di Sulawesi Tengah
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Real Madrid Bantah Rumor Transfer Michael Olise dari Bayern Munchen
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Dua Fase Penting Perkembangan Anak Usia 1 Tahun yang Perlu Diketahui Orang Tua
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Collazo KO Valdez di Ronde Kedua, Rekor Tak Terkalahkan Terjaga
Minggu / 21-06-2026, 16:31 WIB
Dieng Caldera Race 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar
Minggu / 21-06-2026, 16:28 WIB
3 Sunscreen Murah di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Ramah Kantong
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Van Dijk Minta Belanda Fokus ke Laga Selanjutnya Usai Bantai Swedia
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB






