Pebalap KTM, Pedro Acosta, menyebut bahwa persaingan MotoGP saat ini semakin ditentukan oleh para insinyur dan teknologi, bukan semata-mata kemampuan pebalap.

Menurut Acosta, situasi ini berbeda dengan satu dekade lalu ketika faktor pebalap masih menjadi penentu utama kemenangan.

in1

>>> Sering Dimarahi Orang Tua Saat Kecil? Ini Efeknya Saat Dewasa

"Olahraga ini semakin menjadi olahraga para insinyur. Sepuluh tahun yang lalu, Anda tidak membutuhkan motor terbaik untuk menang.

Itulah mengapa kita melihat pertarungan antara Honda dan Yamaha," ujar Acosta.

Ia menambahkan bahwa kini pebalap kesulitan bersaing di barisan depan tanpa dukungan perangkat mekanis yang mumpuni.

Acosta bahkan melihat MotoGP mulai menyerupai Formula 1 dalam hal dominasi teknologi.

"Memang benar mereka adalah dua motor terbaik di kompetisi, namun yang satu akan berkinerja lebih baik di satu trek dan yang lain di trek berbeda," kata Acosta.

Kompleksitas sistem elektronik dan aerodinamika pada motor modern disebut memperkecil kendali pebalap.

Masalah pada satu komponen krusial, seperti perangkat pengatur ketinggian motor bagian belakang, dapat langsung merusak jalannya balapan.

>>> PSSI Buka Peluang Timnas Indonesia Gunakan SUGBK di Piala AFF 2026

"Sekarang sangat sulit berada di depan dalam balapan apa pun tanpa senjata yang tepat. Kita harus mengakui itu.

Pada akhirnya, saya pikir Formula 1 lebih buruk, namun (MotoGP) lama-lama juga bergerak ke arah sana," tutur Acosta.

Risiko yang diambil pebalap di lintasan kini menjadi faktor pembeda yang sangat tipis di tengah keseragaman performa mekanis.

Akibatnya, para pebalap dipaksa tampil lebih agresif untuk menutupi keterbatasan motor.

"Sekarang kita memiliki motor yang sangat canggih secara teknologi: jika perangkat belakang tidak berfungsi dengan baik, Anda akan terjebak.

Ada banyak hal di luar kendali para pebalap," ungkap Acosta.

Kondisi ini menuntut sinergi sempurna antara performa mesin di lintasan dan analisis data dari insinyur di garasi tim.

>>> Richard Lee Jalani Sidang Kasus Perlindungan Konsumen di Tangerang

"Saya pikir siapa pun yang berprestasi dengan motor modern melakukannya karena risiko ekstra yang harus mereka ambil," ucap Acosta.