Namun, popularitas kendaraan listrik mengubah kondisi tersebut seiring peningkatan pendaftaran mobil listrik baru yang mencapai lebih dari 80 persen selama empat bulan pertama tahun ini.

>>> Kenali Perbedaan Reksadana Saham dan ETF untuk Diversifikasi

in1

Situasi ini membuka peluang bagi merek China seperti BYD, GAC Aion, Zeekr, dan Denza untuk memperluas pangsa pasar armada maupun kendaraan premium.

BYD berhasil memperkuat posisinya di pasar armada taksi Hong Kong dengan menggantikan sebagian besar kendaraan Toyota.

Penjualan gabungan Zeekr 009 dan Denza D9 telah melampaui penjualan Toyota Alphard pada periode Januari hingga April 2026.

Analis UBS, Paul Gong, menilai tingginya harga minyak sejak Maret lalu turut meningkatkan daya tarik kendaraan listrik buatan China.

"Lonjakan harga energi telah menghidupkan kembali sektor kendaraan listrik China dan membuka peluang baru bagi produsen otomotif China di pasar internasional," ujarnya.

Data Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan pangsa pasar Toyota di Asia Tenggara turun 1,4 poin persentase selama empat bulan pertama tahun ini.

Di kawasan Oseania, pangsa pasar Toyota juga menyusut sebesar 4,1 poin persentase.

Sebaliknya, Chery menambah pangsa pasarnya sebesar 1,7 poin persentase di Asia Tenggara, dan BYD meningkatkan pangsa pasar di Oseania sebesar 2,5 poin persentase.

Menurut laporan PwC, penjualan kendaraan ringan di enam negara terbesar ASEAN mencapai 3,28 juta unit pada tahun 2024.

Laporan tersebut mencatat produsen mobil China kian agresif menantang dominasi Jepang di kawasan ASEAN.

Setelah kuat di segmen massal, produsen China kini membidik segmen premium dan mewah di pasar internasional.

>>> Adobe Perluas AI Assistant ke Firefly dan Aplikasi Creative Cloud

Dalam Hong Kong Auto Show, FAW melalui merek Hongqi memperkenalkan SUV listrik premium setir kanan E-HS9 serta model SUV mewah terbaru.