Catatan MSCI ini mempertegas kekhawatiran yang sudah dirasakan pelaku pasar global dalam beberapa bulan terakhir. Aksi jual bersih asing sudah mendekati Rp80 triliun sepanjang tahun berjalan.

"Risiko utamanya bukan kehilangan status Emerging Market, melainkan kemungkinan diskon valuasi Indonesia bertahan lebih lama sampai ada perbaikan nyata pada transparansi, kualitas free float, dan integritas pasar," kata Liza.

in1

Di sisi lain, Samuel Sekuritas Indonesia melalui riset Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar melihat posisi Indonesia masih relatif kuat untuk bertahan di kelompok emerging markets.

"Persyaratan keterbukaan pemegang saham 1%, kerangka HSC, dan peta jalan free float 15% seharusnya cukup untuk mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market," dikutip dari riset Samuel Sekuritas.

Meskipun demikian, tim analis Samuel Sekuritas Indonesia mengingatkan bahwa keputusan downgrade dari MSCI menjadi indikator penting mengenai poin-poin krusial yang menjadi perhatian pemodal internasional.

>>> 5 Rekomendasi Krim Cysteamine Lokal untuk Mengatasi Flek Hitam

"Mencerminkan kekhawatiran yang terus berlanjut terkait transparansi saham beredar publik, price discovery serta tingkat kelayakan investasi secara menyeluruh," dikutip dari riset yang sama.