Jumlah tersebut setara 73,44 persen dari total 40.445.276 transaksi melalui seluruh kanal.

Dari sisi volume, Access by KAI melayani 42.952.314 pelanggan atau 70,71 persen dari total 60.740.043 pelanggan.

in1

>>> Ducati dan Aprilia Siap Berebut Dominasi di MotoGP Ceko 2026

Kanal lain seperti B2B, loket, web KAI, vending machine, dan Contact Center 121 memiliki pangsa lebih kecil.

Pada segmen KA Utama atau kereta api antarkota, Access by KAI mencatat 26.483.379 transaksi atau 72,47 persen dari total transaksi KA Utama.

Dari sisi volume, aplikasi ini melayani 37.726.803 pelanggan atau 69,88 persen.

“Data register, active user, member premium, dan download menjadi sinyal penting bagi KAI.

Semakin banyak pelanggan memilih Access by KAI, semakin besar tanggung jawab kami untuk menjaga aplikasi ini stabil dan relevan,” kata Anne.

Access by KAI kini berkembang sebagai ekosistem digital yang menghubungkan berbagai kebutuhan perjalanan.

Pelanggan dapat memesan tiket, memilih tempat duduk, mengelola pemesanan, melakukan ubah jadwal, pembatalan, transfer tiket, mencetak e-boarding pass, dan memperoleh informasi perjalanan.

Fitur lain termasuk Connecting Train, Trip Planner, Railfood, Railpoin, e-Porter, Female Seat Map, serta integrasi transportasi lanjutan menuju dan dari stasiun.

Masukan pelanggan yang masuk melalui kanal digital, Contact Center 121, media sosial, petugas stasiun, dan petugas di atas kereta api juga menjadi bahan pengembangan layanan di luar aplikasi.

KAI terus memperkuat kenyamanan sarana melalui Kereta New Generation, Kereta Ekonomi Kerakyatan, dan Kereta Petani-Pedagang.

“Pengembangan digital dan pengembangan layanan fisik punya arah yang sama, yaitu membaca kebutuhan pelanggan.

Access by KAI membantu KAI memahami pola perjalanan, sementara masukan langsung dari pelanggan membantu kami memperbaiki pengalaman di stasiun dan di atas kereta api,” ujar Anne.

KAI mengimbau pelanggan untuk menggunakan Access by KAI sebagai kanal resmi dalam merencanakan perjalanan.

Pelanggan juga dapat menyampaikan masukan melalui Contact Center 121, WhatsApp KAI121, media sosial resmi KAI, serta kanal layanan pelanggan lainnya.

“Budaya mendengar adalah proses kerja yang terus berjalan.

>>> Syifa Hadju dan El Rumi Pamer Kemesraan di Danau Como, Italia

Selama pelanggan memberi masukan, KAI akan terus membaca data, memperbaiki layanan, dan memperkuat Access by KAI sebagai ekosistem digital perjalanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Anne.